22 December 2011

Hargai Mereka

Saat mencari kenangan-kenangan di Anarki 5 ketemu note-nya Asa yang isinya bagus. Ini dia isinya

Dulu aku sempat nulis di twitter dan fb tentang ‘jangan gunakan kata autis sbg bahan ejekan’. Hampir tiap hari aku nulis ini sampai aku bosan dan ngira semua follower udah baca tweet aku. Tapi rupanya kemarin malam masih ada jg yang nulis itu sbg bahan bercandaan. Terus terang ini bikin aku emosi.
Aku sempat bingung apa pantas aku emosi cuma karena ngeliat penggunaan kata ‘autis’ yg salah? Kebetulan aku punya teman yg bisa dibilang memiliki saudara autis. Malam itu juga aku tanya ke dia tentang bagaimana perasaan dia kalau ngeliat orang orang makai kata ‘autis’ sbg ejekan? Dan memang benar rasanya gak enak. ‘Kalau aku punya twitter, udah aku caruti orangnya!’. Kalian bisa bayangkan jika kalian ada di posisi dia.

Sempat aku sindir org yg masih makai kata itu lewat twitter. Walaupun gak secara langsung ku mention. Tapi aku rasa dia udah sempat baca. Dan lebih #jancuk nya lagi, gak lama aku nyindir tentang autis, laaah kawannya pun masi sempat ngulangi.

Mungkin bagi kalian yg gak ngerti apa maksud aku, intinya cukup sudah menggunakan kata ‘autis’ sbg bahan ejekan/bercandaan. Hargai mereka, kita juga gak tau perasaan saudara si autis saat mendengar kata ‘autis’ digunakan sebagai ejekan.

Mungkin note ini kelihatan seperti curhat, tapi gak apa, mungkin ini salah satu hal yg aku anggap ‘besar’ dan ‘bisa’ aku perjuangkan. Dan aku udah cukup puas dan bangga kalau kawan kawan aku tidak salah menggunakan kata autis. Yang terakhir, tolong jangan anggap aku sbg orang yg ‘sok suci’ atau ‘sok baik’ karena udh nulis note kayak gini ya.

Cheers!


Gak tw apakah diluar sana masih ada orang menggunakan kata "autis" tidak pada tempatnya seperti saat dulu dimana kata itu digunakan tidak pada tempatnya. Intinya selain untuk kenang-kenangan note ini juga memberi pelajaran yang bagus untuk kita :)

0 komentar:

Post a Comment

Ad Banner

Popular Posts