Pengalaman Berobat ke Dokter Anak di Pekanbaru

No comments


Hai . . .
Hai . . .

Saat hamil dulu yang di searching adalah mengenai rekomendasi dokter kandungan yang cocok dengan kita karena akan menjadi langganan selama 9 bulan. Setelah lahiran, selanjutnya adalah mencari dokter anak. Kalau berada di Jakarta, mencari review di internet soal dokter kandungan dan dokter anak jauh lebih gampang karena banyak yang menulis. Tapi kalau untuk di Pekanbaru susah sekali untuk mencari review dokter di internet. Kebanyakan orang di Pekanbaru kayaknya masih mencari dokter itu berdasarkan saran dari keluarga atau teman. Jadi, memang sulit mencari reviewnya di internet.

Kai sendiri udah ketemu dengan dua dokter anak di dua rumah sakit yang berbeda. Di postingan ini aku kan membahas kedua dokter anak yang udah aku dan Kai temuin.

dr. Zulfikri, SpA

Aku ketemu dr. Zulfikri di RS Hermina Pekanbaru untuk vaksin Kai, karena saat lahir Kai masih belum vaksin BCG dan polio. Memutuskan ke Hermina karena kakak aku yang 3 bulan yang lalu lahiran juga vaksinasi anaknya di Hermina. Dan menurut kakak aku, dokter di Hermina rekomended. Makanya aku membawa Kai ke Hermina untuk vaksinasi.

dr. Zulfikri ramah dan halus banget kalau berbicara. Mengecek kondisi Kai dengan sangat hati - hati (waktu itu umur Kai baru 7 hari) juga lembut banget saat menghandle bayi. Hanya saja, dr. Zul sepertinya tipe dokter yang memang tidak banyak bicara.

Untuk aku pribadi, aku kurang cocok sih dengan dr. Zulfikri. Menurut aku dokternya kurang komunikatif. Buat ibu - ibu baru seperti aku yang bingung mau tanya apa saat ketemu dokter rasanya akan kurang puas kalau ke dr. Zulfikar, karena dr. Zulfikar sepertinya tipe dokter yang baru akan menjelaskan saat pasien bertanya. Makanya kurang cocok dengan aku, yang kalau ke dokter banyak manut - manut aja. Apa lagi saat itu memang tidak ada keluhan yang gimana - gimana gitu.


dr. Marlinda, SpA

dr. Marlinda sebenarnya adalah dokter anak Kai saat aku melahirkan secar di Zainab kemaren. Cuma baru ketemu dengan dokternya pas berobat Kai kemaren. Pas lahiran dokternya cuma cek Kai di ruangan bayi, jadi aku gak pernah ketemu dengan dr. Marlinda ini. Pas kontrol setelah pulang dari Zainab juga gak ketemu dengan dr. Marlinda tapi dengan dokter umum aja.

Dulu sempat nanya ke kakak tentang dokter Marlinda, dan kata kakak aku dokter. Marlinda rekomended. Makanya pas kemaren Kai sakit, aku mutusin buat bawa Kai ke Zainab aja ke dr. Marlinda. Selain karena menurut kakak bagus, jam praktek dr. Marlinda juga panjang dari jam 8 pagi sampai jam 2 siang dan dari hari Senin - Jumat selalu ada.

Hasil konsul kemaren dengan dokter Marlinda aku sih puas dan suka. Dokternya ramah dan menanyakan detil tentang keadaan Kai, dan penyebab yang memungkinkan timbulnya alergi pada Kai. Dokter Marlinda juga menjelaskan hal - hal yang bahkan tidak aku tanyakan. Bahkan kemaren, bagaiman cara dan posisi aku menyusui Kai juga di cek dan di benarkan cara aku menyusui Kai yang ternyata masih salah. Dokter Marlinda juga menjawab dan memeriksa keadaan Kai saat aku bertanya mengenai Kai yang aku rasa mengganjal.

Tapi, untuk ibu - ibu yang memberi sufor kepada anaknya mungkin akan kurang nyaman saat ke dokter Marlinda karena beliau Pro Asi (RS Zainab memang Pro Asi), karena aku merasakannya๐Ÿ˜. Dokternya enggak memaksa, tapi menasehati dan memotivasi kita untuk berusaha memberikan ASI. Buat aku yang rasanya udah berusaha untuk bisa ASI jadi merasa gimana gitu kan yaa๐Ÿ˜„ 

Oiya, kalau berobat di Zainab di dokter Marlinda harus banyak sabar sebab antriannya  lama dan  pasiennya banyak. Selain itu juga 1 pasien mungkin ada sekitar 10 menit atau lebih mungkin saat konsul. Konsul dengan dokter Marlinda memang enak sih dan gak yang terburu - buru gitu saat kita konsul. Jadi, memang harus banyak sabar kalau mau ke dokter Marlinda.

Untungnya perjalanan berobat dokter anak Kai di Pekanbaru cuma dua dokter. Jadi, aku gak pusing mesti cari - cari dokter lagi yang pas. Walaupun kalau misalnya gak cocok dengan dr. Marlinda aku udah ada list dokter lagi yang mau aku datangin. Tapi, syukurnya di dr. Marlinda cocok dan puas๐Ÿ‘Œ

Nanti pas di Jakarta bakal mulai cari dokter anak lagi buat Kai. Semoga aja nanti bisa langsung cocok dengan dokternya๐Ÿ™




Kai - 1 Bulan

No comments


Setelah sekian lama menghilang, akhirnya bisa update lagi disini. Kalau dulu update tentang kehidupan pribadi, sekarang mau update kehidupan anak. Aku pernah update mengenai kehamilan aku disini. Buat yang mau baca bisa baca lansung lewat link dibawah ini.



Kai sekarang umurnya udah 1 bulan. Rasanya cepat banget sih tau - tau udah sebulan aja, padahal rasanya kayak baru kemaren SC-nya๐Ÿ˜† Dalam sebulan pertumbuhan bayi itu ternyat pesat dan cepat banget. Di 1 bulan ini banyak juga hal - hal yang terjadi di pertumbuhan Kai.

Kai Kuning

Kai sewaktu lahir mengalami kesulitan menyusu langsung ke aku. Kai menyusu langsung di aku itu di hari ke-2 setelah dia lahir, tapi itu juga gak lama. Penyebabnya adalah puting payudara aku yang gak keluar, dan juga posisi menyusui aku yang salah saat itu. Selama 3 hari di rawat di RS aku selalu coba untuk bisa susuin Kai, tapi tetap aja Kai mengalami kesulitan menyusu. Bahkan setelah diajarkan oleh konselor laktasi tetap aja masih sulit bagi Kai untuk menyusu. Akibatnya, Kai mengalami dehidrasi dan kuning hampir seminggu lebih.

Tali Pusar Putus

Tali pusar Kai pas putus di hari ke-7 Kai lahir. Tali pusarnya ada tersimpan di tas ransel aku.

Imunisasi Lengkap

Waktu lahir dari RS tempat aku melahirkan Kai cuma mendapatkan vaksin Hepatitis B, sedangkan BCG dan polio tidak diberikan karena saat itu stok sedang kosong. Akhirnya seminggu setelah lahir Kai mendapatan vaksin BCG dan Polio di salah satu RS swasta di Pekanbaru.

Kai Sakit

Seminggu belakangan Kai mengalami hidung tersumbat sehingga sulit bernapas. Awalnya aku pikir kesulitan bernapasnya itu karena ada upil yang besar yang menutupi hidungnya. Tapi kok udah beberapa hari gak sembuh - sembuh. Ditambah napasnya jadi berbunyi dan kalau malam Kai jadi kesulitan tidur. 

Jadilah akhirnya mutusin untuk ke dokter anak di RS tempat waktu lahiran dulu dengan dokter anak yang namanya dr. Marlinda. Dari hasil pemeriksaan kemungkinan Kai mengalami alergi, sehingga benda - benda seperti karpet, kucing dan benda - benda berbulu harus di jauhkan. Kai juga di minta untuk stop sufor dan dianjurkan untuk ASI.

 Berat Kai Bertambah

Sewaktu periksa Kai ke dokter anak, Kai di ukur berat badannya. Sewaktu lahir Kai lahir dengan berat badan 3,5 kg, dan saat periksa di dokter anak kemaren berat Kai udah 4,6 kg. Dari segi fisik memang kelihatan sih pertambahan berat badan Kai. Pipinya sekarang sudah berisi dan bulat, tangan dan kaki yang membesar. Bahkan saat di gendong memang sudah terasa beratnya, tidak seperti saat di awal Kai lahir๐Ÿ˜†

Begitulah kehidupan Kai selama 1 bulan ini. Semoga nanti bisa tetap  update untuk bulan - bulan selanjutnya.

Bye
๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•

Cara Mencuci Pakaian yang Bebas Virus

No comments

Pakaian Kotor


Hai. .  Hai

Salah satu hal yang kurang menyenangkan tahun ini adalah bahwa pandemi ternyata belum usai. Bahkan lebaran aja masih sama seperti tahun lalu yang tidak membolehkan warga untuk melakukan mudik lebaran. Rasanya mulai capek gak sih? Atau mulai bosan dengan situasi saat ini?

Tapi walaupun mulai bosan, menjaga protokol kesehatan merupakan salah satu upaya melindungi diri dan keluarga dari virus yang menjadi pandemi ini. Salah satu upaya yang dilakukan untuk melindungi diri dari virus adalah dengan cara mencuci pakaian. Pastikan mencuci baju dengan bersih sehingga bisa kita bisa bebas dari virus.

Langkah - langkah berikut mungkin bisa membantu teman - teman dalam mecuci pakaian.

1. Segera Cuci Pakaianmu Dan Jangan Biarkan Menumpuk

Kalau Anda terbiasa langsung rebahan setelah dari luar, sebaiknya hentikan kebiasaan ini. Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah langsung mencuci pakaian yang Anda gunakan. Tapi jika tidak bisa langsung mencucinya, langsung letakkan pakaian kotor di keranjang terpisah.

Usahakan untuk tidak meletakkan pakaian kotor di sembarang tempat, apalagi di area berkumpul bersama keluarga. Karena bisa saja pakaian kita telah terpapar oleh virus saat kita gunakan keluar rumah. Oleh karena itu, sebaiknya cuci pakaian Anda dengan rutin dan jangan biarkan sampai menumpuk.

 

2. Pisahkan Pakaian Orang Sehat Dan Sakit

Jika anggota keluarga Anda ada yang sakit, sebaiknya jangan campur pakaian kotornya di keranjang yang sama. Pasalnya pakaian orang sakit berpotensi terpapar berbagai virus, termasuk Corona. Cara ini efektif dilakukan untuk menghindari pakaian milik keluarga yang sehat terpapar oleh virus lainnya.

Saat memegang pakaian anggota keluarga yang sakit, usahakan untuk menggunakan sarung tangan sekali pakai. Tapi jika Anda tidak menggunakan sarung tangan, sebaiknya langsung cuci tangan Anda setelah mencuci pakaian tersebut. Selain itu, jangan pernah mengaduk cucian kotor karena berpotensi menyebarkan virus melalui udara.

 

3. Rendam Pakaian Dengan Disinfektan

Sebelum mulai mencuci, sebaiknya Anda rendam dulu pakaian kotor di dalam bak berisi cairan pemutih. Kandungan klorin yang ada di dalamnya bisa bekerja sebagai disinfektan yang dapat membunuh virus Corona. Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa hipoklorit (pemutih) dan etanol dapat digunakan sebagai disinfektan.

Biasanya, bahan pemutih pakaian mengandung sekitar 5 persen sodium hipoklorit atau 50.000 bpja klorin. Nah, pastikan untuk merendam pakaian kotor selama 20-30 menit agar virus-virus yang menempel bisa hilang.

 

4. Gunakan Air Panas

Alih-alih menggunakan air biasa, sebaiknya cuci pakaian kotor dengan air panas dengan suhu yang tinggi. Karena menurut beberapa penelitian, virus tidak akan bertahan hidup dalam suhu lebih dari 60 derajat celcius.

 

Namun sebelum melakukannya, perhatikan juga jenis pakaian apa yang akan Anda cuci. Sebab ada beberapa bahan pakaian yang tidak tahan dengan air panas. Sehingga jika tetap Anda cuci dengan air panas, pakaian tersebut bisa mengalami kerusakan.

 

5. Gunakan Deterjen Dengan Kandungan Pemutih

Untuk menghilangkan virus yang menempel di pakaian, sebaiknya gunakan deterjen yang memiliki kandungan pemutih. Virus Corona memiliki semacam selubung dengan lapisan lemak yang tidak akan hilang dengan air biasa. Nah di sinilah deterjen dengan kandungan pemutih berperan, sebab ia efektif melepaskan virus Corona dari lapisan pakaian.

Selain itu, Anda juga bisa menambahkan cuka putih pada pakaian serta setengah cangkir cuka ke dalam mesin cuci saat proses pembilasan. Cara ini perlu dilakukan agar virus yang menempel bisa hilang dengan lebih mudah dari pakaian kita.

 

6. Sebaiknya Gunakan Mesin Cuci

Untuk menghilangkan virus Corona yang mungkin menempel di pakaian, sebaiknya gunakan mesin cuci. Cara ini lebih aman karena tangan kita tidak harus bersentuhan lama dengan pakaian yang kotor. Setelah pakaian dicuci, sebaiknya lanjutkan dengan pengering. Biasanya droplet dan virus akan mengering dan tidak aktif lagi.

Karena mesin cuci menjadi wadah dan alat kita mencuci pakaian kotor, di dalamnya tentu ada banyak debu, bakteri, kuman maupun virus. Oleh karena itu usahakan untuk selalu membersihkannya secara rutin. Caranya sangat mudah, Anda hanya perlu menggunakan cairan disinfektan dari cuka putih atau pemutih pakaian. Akan lebih baik lagi jika Anda menggunakan air panas saat mencucinya untuk membunuh virus-virus yang menempel.

 

7. Keringkan Dengan Baik Di Bawah Sinar Matahari

Setelah pakaian dicuci dan dibilas hingga bersih, sebaiknya segera jemur di bawah sinar matahari yang terik. Selain mencegah bau apek, paparan sinar matahari juga ampuh mematikan virus dan kuman yang menempel di pakaian. Usahakan untuk menjemur pakaian di tempat lembab dan tertutup karena rentan menjadi sarang bakteri dan jamur.

Selain itu, sebaiknya jemur pakaian Anda lebih lama daripada biasanya agar ia bisa terkena matahari dengan lebih maksimal. Lebih baik lagi jika Anda segera menyetrikanya untuk memastikan virus yang menempel benar-benar hilang.

 

8. Gunakan Pewangi dan Pelembut

Selalu gunakan pewangi pakaian agar pakaian menjadi awet lembut. Salah satu pelembut pakaian paling wangi adalah royale soklin. Pewangi ini memiliki beragam varian dengan aroma khas parfum mewah. Pakaian menjadi segar dan wangi sepanjang hari.

Pewangi Pakaian
Pewangi pakaian yang aku gunakan

9. Cuci Tangan

Langkah terakhir ini tentu tidak boleh dilewatkan. Sebab mencuci tangan adalah cara paling utama yang harus dilakukan untuk menghindari penyebaran virus Corona. Cuci tangan Anda sesuai panduan, yakni menggunakan sabun dan air mengalir selama kurang 20 detik. Mulai dari punggung tangan, telapak, sela-sela jari dan bagian lainnya.


Semoga langkah - langkah ini bisa berguna dan membantu teman - teman dalam menghindari virus yang saat ini tengah menjadi pandemi di seluruh dunia.

Pengalaman Rawat Inap Dengan BPJS di Sari Asih Ciledug

3 comments
Holla

I'm back again๐Ÿ’•๐Ÿ’•

Pengalaman Rawat Inap


Beberapa hari yang lalu, di twitter sempat ramai tentang seseorang yang isi twit-annya itu kurang lebih mengatakan kalau BPJS itu sucks dan sebagainya. Aku gak inget persis sih isinya gimana, lagian juga isi twitnya juga udah di hapus ama orangnya. Cuma efeknya dari cuitan mbaknya itu memicu banyak reaksi dari berbagai kalangan pengguna BPJS kesehatan. Baik itu mereka yang merasa terbantu dengan BPJS atau juga ada sebagian yang kurang lebih memang ada kritikan terhadap pelaksanaan BPJS.

Aku sendiri juga pengguna BPJS kesehatan dari lama bahkan dari namanya masih ASKES aku udah pakai karena ibu aku PNS jadi otomatis aku jadi tanggungan ibu aku. Sampai sekarang setelah bekerja aku tetap sebagai peserta aktif dari BPJS kesehatan.

Dan baru - baru ini aku menggunakan BPJS kesehatan aku saat aku harus menjalani rawat inap di RS Sari Asih Ciledug. Alasan lengkap kenapanya aku harus di rawat bisa di baca di postingan ini: 


Proses pengurusan rawat inap di Sari Asih menurut aku gak ribet yaa. Pertama kali setelah selesai konsul dengan dokter, aku di arahkan untuk melakukan swab antigen, yang waktu itu hasilnya kurang lebih jam 1 jam-anlah. Saat kontrol itu, aku memang datang sendiri awalnya ke RS karena mikirnya cuma kontrol biasa, jadi aku baru menghubungi suami saat hasil swab antigen aku.

Sebelum aku bisa menggunakan BPJS untuk rawat inap, karena saat kontrol di Poli aku menggunakan pembayaran secara umum, segala pembayaran saat kontrol di poli harus di bereskan terlebih dahulu baru kemudian mendaftar rawat inap dengan menggunakan BPJS. Tapi, tenang aja semua itu bakal di jelaskan dengan sejelas - jelasnya kok alurnya oleh perawat. Bahkan, saat suami aku datang untuk urus itu semua, penjelasan itu di ulang lagi ke suami karena memang suami yang urus semua proses administrasinya.

Persyaratan administrasi yang perlu disiapkan yaitu foto kopi KTP, foto kopi KK, dan foto kopi kartu BPJS. Lebih baik siapkan lebih dari 3 lembar sih menurut aku, siap tau nanti - nanti di butuhin lagi. Untuk keadaan darurat seperti aku yang tiba - tiba harus di rawat inap perlu bagi kita untuk punya soft file KTP, KK, dan BPJS di hp, jadi saat butuh kita bisa langsung cetak saja.

Saat suami mengurus administrasi dan obat - obatan yang di resepkan oleh dokter aku udah di masuk ke ruangan rawat inap duluan dan di pasang infusan. Untuk kamar sendiri aku dapatkan kamar yang kelas III dikarenakan ruangan saat itu full, sementara BPJS aku sendiri itu kelas satu. Bahkan, ruangan tempat aku aja sisa satu bed yang akhirnya aku isi. 

Hal yang agak kurang selama di rawat di Sari asih selama 3 hari dua malam yaitu dokternya baru visit malam. Karena yaa kan di rawat itu kan gak enak yaaa, jadinya momen visit dokter itu kemaren benar - benar aku tungguin biar dapat acc pulang karena yaa keluhan kan udah gak ada lagi yaa. Dan, di tunggu - tunggu nih dokternya jam 9 malam baru visit. Dan, instruksinya baru boleh pulang kalau BAB yang jadilah nambah lagi sehari baru bisa pulang.

Selain itu disana gak ada fasilitas wifi, sementara sinyal telkomsel di ruangan rawat inap aku itu suka lemot gitu. Jadinya yaa gak ada hiburannya kan. Trus juga karena ruangan aku itu ruangan kebidanan dan isi ruangan aku itu ada 6 bed jadilah suara - suara yang di hasilkan lumayan mungkin mengganggu untuk sebagian orang. Seperti suara tangisan bayi, atau suara ngorok orang dari bed yang lain, suara keluar masuk pasien atau keluarga pasien tentu akan lebih sering terdengar karena isinya memang banyak kan. 

Walaupun di ruangan kelas III tapi pelayanan yang di berikan bagus banget. Perawat yang bertugas juga ramah banget. Setiap pagi dilakukan doa bersama dan belajar cuci tangan bersama. Setiap pergantian shift selalu dilakukan pengecekan tensi, cek denyut jantung bayi, ditanyakan apakah keluhan kita membaik atau ada keluhan lain dan juga selalu menyemangati pasiennya. 

Selama rawat inap aku gak keluar biaya sama sekali, kecuali bayar untuk obat - obatan yang di resepkan oleh dokter saat kontrol di poli. Sisanya aku free.

Untuk proses pulang juga gak ribet, tapi sepertinya pasien baru boleh pulang jam 10 pagi. Karena aku walaupun udah rapi dari jam 7 an pagi, obat pulang juga udah di kasih, surat kontrol juga udah di kasih, tapi infusan itu baru di lepas di jam 10. Jadi aku baru bisa pulang jam 10, dan itu gak ada administrasi yang mesti di urus. Tinggal langsung pulang aja. Bahkan, sorenya aku dapat wa kalau aku udah terdaftar untuk kontrol sesuai dengan tanggal surat kontrol aku.

Mungkin untuk sebagian orang, penggunaan BPJS akan sedikit rumit. Terlebih beda rumah sakit mungkin prosedurnya bisa jadi mungkin juga berbeda. Tapi, bagi aku yang tidak punya asuransi kesehatan selain BPJS penggunaan BPJS ini tentu sangat berguna. Lumayan loh duitnya buat dipake jajan makanan selama di rawat๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜ƒ

Hamil 23 Minggu dan Abortus Imminens

No comments
Abortus Imminens


Holla๐Ÿ’•๐Ÿ’•

Beberapa hari yang lalu aku sempat di rawat di RS Sari Asih Ciledug di karenakan aku terdiagnosa abortus imminens alias perdaharan pervaginam. Lengkapnya bisa googling sendiri lah yaaa tentang abortus imminens ini. 

Gejala awalnya itu di hari Senin siang di jam 11 an pas aku mau pipis aku menemukan flek yang cukup banyak di celana dalam aku. Gak ada nyeri perut atau apapun yang aku rasakan. Hanya aja, pas di pagi hari, saat sampai di tempat kerja aku memnag merasa agak lelah dan ngap-ngapan. Aku pikir itu karena puasa, jadilah di jam 9 pagi aku batalin puasa dengan minum dan makan terus juga banyak istirahat dengan banyak duduk di tempat.

Ini sebenarnya bukan flek yang pertama kali. Dulu di sekitar minggu ke 16 aku juga pernah flek tapi itu juga cuma sedikit dan memang tidak ada rasanya, baru ketahuannya juga saat sedang pipis juga. Waktu itu aku sempat cek ke obgyn di tempat aku kerja dan alhamdulillah hasilnya semua baik.  Tapi, karena fleknya kali ini lebih banyak dari yang pertama, jadilah aku memutuskan untuk berobat ke UGD tempat aku bekerja karena pendaftaran poli yang udah tutup jam 11 siang.

Di UGD di cek beberapa hal, hingga akhirnya di lakukan cek dalam untuk mengecek ada pembukaan atau tidak dan adanya darah atau tidak oleh bidan di UGD. Hasil cek dalam semua bagus tidak ada pembukaan dan perdarahan, sehingga aku boleh pulang dan di resepkan obat. Lalu aku diminta untuk kontrol ke dokter kandungan hari Rabu, sesuai dengan jadwal dokter konsulan aku saat di UGD. Sama bidan aku diminta untuk banyak bed rest untuk mencegah terjadinya flek lagi.

Berhubung hasil pemeriksaan di UGD saat itu bagus, aku jadi agak lebih tenang dan lega. Tapi, meskipun begitu saat itu rasanya aku tetap mau kontrol di dokter obgyn aku yang biasa, terlebih saat mau menebus obat yang dari UGD obat tersebut tidak ada di apotek RS. 

Jadilah, Senin sore walaupun masih ragu apakah akan kontrol atau enggak, aku tetap mendaftar online buat kontrol ke Sari Asih. Jadinya, disaat aku mutusin untuk kontrol di hari Selasa, aku tinggal daftar ulang aja di pendaftaran sesuai dengan jadwal yang udah di tentukan saat pendaftaran online. Walaupun pasien saat itu cukup ramai, tapi karena aku datang sesuai dengan jadwal aku jadi gak perlu menunggu terlalu lama untuk ketemu dokter Roza.

Niat awalnya ke Sari Asih itu buat konsul masalah fleks yang kemaren ke dr. Roza yang merupakan Obgyn aku kontrol selama ini. Jadwal kontrol aku sih seharusnya masih di tanggal 2 Mei besok, tetapi di karenakan sehari sebelumnya aku mengalami flek yang agak banyak, malam dan paginya juga masih keluar flek meski dikiiiiit banget akhirnya aku mutusin untuk cek ke Sari Asih dan untungnya Selasa pagi itu ada jadwal dr. Roza.

Pas konsul langsung deh aku bilang dengan dokter Roza kalau aku kemaren mengalami flek yang agak banyak, dan masih keluar sedikit saat malam dan pagi tadi. Setelah itu langsung lah aku di suruh untuk tiduran dengan melepas celana keseluruhan untuk pemeriksaan dalam. Sebelum pemeriksaan dalam, sebelumnya aku di USG dulu seperti biasa yang hasilnya letak plasenta aku itu ternyata agak rendah dan juga cairan ketuban aku sedikit. Selain itu juga saat pemeriksaan fisik di perut, perut aku terasa kencang. 

Setelah itu semua barulah aku di cek dalam. Ternyata aku ada keputihan dan juga di dalam ada cukup banyak darah. Dokternya bahkan menunjukkan ke aku darah yang ada dari kasa yang dia gunakan untuk membersihkan bagian dalam aku tersebut, dan memang agak banyak sih dan perlu dua kassa deh kayaknya.

Selesai semua pengecekan sama dokter aku di suruh untuk rawat inap karena kondisi aku itu sudah termasuk perdarahan. Awalnya aku sempat minta untuk istirahat di rumah aja, tapi begitu dokternya bilang kalau kondisi aku berpotensi untuk mengalami keguguran jadi perlu tindakan untuk mempertahankan kehamilan aku. Denger itu langsung sedih dong๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ dan lansung nurut ama dokternya buat di rawat inap aja. Yang penting adek bayi sehat dan selamat.

Pengantar rawat inap
Pengantar rawat inap ๐Ÿ˜Ÿ๐Ÿ˜Ÿ

Setelah pemeriksaan memang perut aku terasa kurang nyaman. Sakit tapi sakit yang masih level rendah gitu loh, dan perut memang terasa sedikit kencang. Masih ada flek yang keluar sedikit, tapi setelahnya selama aku di rawat inap tidak ada flek yang keluar sama sekali.

Dan yaa begitulah, aku menghabiskan 2 malam nginap di RS dengan infusan di tangan, obat yang di minum pagi dan sore, dan obat yang masuk lewat anal dan vagina juga. Rasanya gak nyaman dan tidak menyenangkan, tapi semua harus di jalanin dan alhamdulillah semua terlewati. Sekarang, aku udah di rumah lagi walaupun masih ada obat yang tetap harus aku konsumsi.

Oiya, buat yang lagi hamil dan mengalami tanda - tanda atau gejala kayak aku diatas jangan ragu untuk cek ke dokter kandungan yaaa. Walaupun kita merasa baik - baik aja, tapikan kita gak tau gimana keadaan adek bayi kita. Jadi lebih baik, kalau mengalami flek cek langsung ke dokter yaaa๐Ÿ˜

 ๐Ÿ’“๐Ÿ’“

Marhaban Ya Ramadhan 2021 Meski Hamil Tetap Puasa

No comments
Ramadhan 2021

Yuhuuuuuu

Alhamdulillah besok kita sudah memasuki bulan Ramadhan lagi, dan kita masih di kasih kesempatan dan kesehatan untuk bisa menjalani ibadaha Ramadhan. Walaupun masih dalam situasi pandemi covid-19 tapi rasanya vibe Ramdhan tahun ini lebih ceria di bandingkan Ramadhan tahun lalu yang sebulan penuh kemaren PSBB. Karena sudah tidak PSBB lagi, kegiatan ibadahn Ramdhan seperti sholat berjamaah di mesjid sudah bisa di laksanakan yang tentu saja tetap dengan menerapkan protokol kesehatan.

Ramadhan 2021 kali ini akan terasa paling berbeda untuk aku. Kalau tahun kemaren terasa berbeda karena adanya PSBB akibat covid-19, tahun ini berbeda karena Ramadhan tahun ini aku tidak sendirian lagi hahahaha๐Ÿ˜๐Ÿ˜. 

Tahun ini aku ramadhannya udah sama suami, jadi yaa nambah deh yang harus di urusin pas puasa nanti. Makanan yang di sediakan juga jadi bertambah. Tapi enaknya jadi ada teman makannya di saat sahur dan buka. Walaupun dengan makanan ala kadarnya karena kemampuan memasak aku yang juga tidak seberapa ini.

Selain Ramadhan sudah dengan suami, ramadhan tahun ini juga aku sedalam dalam keadaan hamil anak pertama dengan usia 5 bulan jalan ke 6 bulan. Meskipun hamil, aku berencana untuk tetap melaksanakan ibadah puasa. Aku merasa cukup yakin dan mampu untuk bisa melaksanakan puasa. Selain itu, dokter kandungan aku juga tidak melarang untuk berpuasa.

Dokter kandungan aku kemaren mengingatkan untuk tidak memakasakan diri saat berpuasa. Makan nasi saat sahur, buka dan setelah taraweh dan tentu saja minum vitamin yang di resepkan oleh dokter. Kayaknya cuma itu aja deh wejangan dari dokter aku. 

Jadi, doakan saja niat berpuasa aku bisa berjalan sesuai keinganan dan bisa puasa full 30 hari.

bye
๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป

Aku Hamil!

No comments
Pregnant


Yahuuuuu!

Berbulan - bulan tidak update dan sekarang update dengan berita kehamilan pertama aku ๐Ÿ˜† Kalau sekarang sih udah masuk minggu ke-18 yang berarti udah mau 5 bulan aja ๐Ÿ˜ yang bahkan sampai sekarang tu rasanya masih yang kayak masih amaze aja sih, gak nyangka aja gak lama setelah menikah aku hamil.

Sempat mengalami mual muntah yang rasanyaa cukup tidak menyenangkan, sampai - sampai mikir hamil tu kok gini amat yaaa. Dari yang pilih - pilih makanan jadi semakin pilih - pilih makanan. Bahkan makanan yang biasa dimakan aja sekarang jadi tidak enak lagi untuk dimakan dan makanan yang dulu susah untuk dimakan sekarang jadi lebih gampang untuk di makan.

Masuk bulan ke-4 semua memang jadi jauh lebih enak sekarang. Mual muntah sekarang jauuuuuh berkurang walaupun kadang - kadang masih ada. Makan juga jauh lebih gampang sekarang karena mual muntahnya udah berkurang sekali. 

Sekarang tantangannya justru di ngantuk yang banget - banget setiap pulang kerja. Rasanya itu capek dan ngantuk parah banget. Bahkan di TJ aja aku tidur dan nanti sampai rumah juga tidur lagi.

Begitulah sekilas berita terbaru dari hidup aku. Semoga bisa cerita rutin tentang kehamilan ini karena pengin ada kenang - kenangan yang bisa tersimpan dan bisa aku baca di masa depan nanti.

๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป