Little Palmerhaus Baju Bayi Favoriteku

1 comment
Baju Bayi Little Palmerhaus


Hai hai

Mau bercerita mengenai merk baju Kai yang menjadi favorite aku dan yang paling sering aku beli untuk Kai yaitu Little Palmerhaus. Sewaktu aku hamil, salah satu brand incaran aku untuk keperluan bayi adalah Little Palmerhaus. Aku punya handuk, wonderpad, waslap dan sudah pasti baju - baju dari Little Palmerhaus. Awalnya keracunan dari review mama mama di youtube dan setelah menggunakan sendiri aku sepuas itu dengan barang - barang dari Little Palmerhaus ini.

Apa sih bagusnya little palmerhause ini?

MOTIF-nya Lucu Tapi Masih Minimalis

Little Palmerhaus Edisi Disney

Baju - baju bayi pasti punya motif yang lucu - lucu, tapi kebanyakan baju - baju tersebut punya warna yang terlalu mencolok dimana aku gak terlalu suka. Selain itu, motifnya baju bayi kebanyakan tidak unisex, sering kali motif untuk bayi laki - laki dan perempuan itu berbeda. 

Sangat berbeda dengan Little Palmerhaus. Saat pertama kali aku membuka official shop mereka di e-comers aku langsung suka dengan warna - warna pilihan mereka. Pilihan warna yang mereka gunakan banyak di warna pastel yang bisa dipakai oleh bayi laki - laki maupun perempuan. Begitupun dengan motif - motif baju yang mereka punya. Motif yang digunakan berukuran kecil dan sangat berbeda dengan merk baju lainnya. 

Pemilihan warna dan motif yang digunakan Little Palmerhaus membuat baju - baju mereka enak dilihat, cantik tapi tidak mencolok. Terkesan minimalis walaupun keseluruhan bajunya dipenuhi motif.

SIZE-NYA PAS

Baju Koko Pertama Kai Usia 8 Bulan dengan Size 6 - 12 Bulan

Little Palmerhaus menggunakan usia sebagai size untuk baju mereka seperti 0-6 M, 1-2 Y dan seterusnya. Ini jauh lebih membantu aku dibandingkan dengan size chart baju S,M,L dan new born. Penggunaan size usia ini membuat baju yang aku beli, walaupun masih kebesaran di badan Kai tapi masih tetap terlihat bagus, walaupun bajunya masih tetap dilipat.

BAHANNYA AKU SUKA

Baju New Born Kai dengan Size 0-6 Bulan

Untuk bahan sejujurnya aku gak terlalu memperhatikan bahan apa yang digunakan oleh mereka saat membeli. Saat membeli yang pertama kali aku pilih dan cari adalah motifnya dan warnanya. Tapi, dari semua bahan baju dari beberapa merk baju yang Kai pakai bahan dari Little Palmerhaus yang paling aku suka.

Pas aku cek di baju Kai disana tertulis terbuat dari bamboo. Aku sendiri gak tau sih bedanya apa kalau dari bahan lain, tapi yang jelas bahan bajunya terasa halus, lembut dan adem. Selain itu juga, baju - bajunya juga tidak terlalu tebal. Sehingga kalau dilipat bisa kecil jadi enak kalau dibawa - bawa pergi atau masuk ke diaper bag.

Baju Kai new born beberapa ada yang dari Little Palmerhaus. Bahkan sampai sekarang untuk baju - baju Kai yang aku beli pilihan pertama yang aku lihat dan cari pasti Little Palmerhause. Bahkan, untuk baju koko pertama Kai juga dari Liltte Palmerhaus.

Aku sangat puas dan suka dengan semua barang - barang dari Little Palmerhaus yang aku beli terutama bajunya. Baju - baju yang aku beli terpakai semua dan bisa di pakai dalam waktu cukup lama. Baju Kai size 0-6 bulan aja masih bisa dipakai sampai Kai satu tahun. Selain itu, baju dari Little Palmerhaus ini di daycare Kai tidak banyak anak yang pakai, sehingga kemungkinan baju untuk tertukar sangat minim.

Little Palmerhaus juga cocok untuk dijadikan kado untuk teman atau kerabat yang baru memiliki anak. Terutama yang senang memberi kado baju karena tidak banyak orang yang memberi kado baju dari Little Palmerhaus, jadi kado kamu kemungkinan untuk kembar dengan yang lain akan sangat kecil. 

Pembelian Little Palmerhaus bisa dibeli di ecomers - ecomers kesayangan kalian seperti di toko oren ataupun toko ijo. Bisa beli di official store langsung ataupun di toko - toko bayi di oren dan ijo. Harganya juga masih termasuk bersaing dengan baju - baju bayi lainnya. Selain itu, diskonan di oren dan ijo juga lumayan banyak dan sering sehingga kita bisa lebih hemat lagi kalau belanja tanpa perlu capek keliling toko kalau kita belanja langsung.

Mudik Naik Pesawat dengan Bayi 9 Bulan Sendirian

No comments
Hola

Sudah dari bulan lalu pengen nulis tentang pengalaman naik pesawat berdua dengan bayi yang bertepatan dengan mudik lebaran tahun ini dimana Kai sudah 9 bulan dan sudah mulai aktif bergerak. Berbeda dengan waktu umur 2,5 bulan saat kita balik ke Jakarta dari Pekanbaru, Kai saat itu masih lebih banyak tidurnya dari pada bangunnya.

Ayah Kai tahun ini tidak bisa ikut mudik karena belum ada cuti, sementara aku memilih untuk ambil cuti lebaran dan mudik ke Pekanbaru mumpung bisa mudik dan belum bayar tiket pesawat๐Ÿ˜. Karena nanti bakal cuma berdua dengan Kai aku mencari - cari info  dan tips - tips penerbangan dengan bayi, biar penerbangan aman, nyaman dan memang terbukti membuat penerbangan bersama dengan bayi lebih lancar. 

Dari sekian banyak tips - tips yang aku baca, langkah - langkah berikut ini yang aku lakukan saat penerbangan mudik dan balik kemaren.

PERSIAPKAN BARANG - BARANG KHUSUS DI TAS BAYI

Tas bayi wajib hukumnya untuk punya, dan kalau bisa yang bentuknya ransel jadi saat akan bepergian jauh bisa untuk membawa banyak barang. Gak cuma barang bayi, tapi juga bisa muat untuk barang orang tuanya, seperti dompet dan KTP.

Barang - barang yang aku isi di tas bayi saat itu:

1. Kain bedong 2
2. Baju ganti 2
3. Botol susu 3 
4. Susu Formula (sudah dipindah kedalam wadah tupperware)
5. Makanan MPASI
6. Tempat makan
7. Sendok
8. Tissue basah 2
9. Tissue kering
10. Air mineral 500 ml 2 (untuk bikin susu dan MPASI)
11. Dompet aku
13. Hp
14. Mainan kerincingan

Selain itu aku juga membawa bantal guling bayi, gendongan hipseat dan selimut topi yang langsung pakai. Urutan diatas itu merupakan urutan dari yang susunannya paling bawah di dasar tas hingga keatas.

JANGAN LUPA MAKAN
Kai mudik
sudah selesai makan dan terus diajak main biar tidak tidur

Buat yang membawa bayi yang sudah MPASI jangan lupa untuk memberi makan anak. Jangan mengandalkan ASI atau Sufor, karena takutnya anaknya gak kenyang dan nantinya malah jadi rewel. Sesuaikan jam makan dengan jadwal penerbangan. Lebih gampang memberi susu saat penerbangan dari pada memberi makan, apa lagi saat hanya terbang berdua saja.

Kami saat itu mendapatkan pesawat di penerbangan jam 14.15 yang kalau berdasarkan hitungan saya itu adalah jam tidur Kai. Sehingga, tinggal bagaimana saya mengaturnya agar Kai tidur di saat penerbangan. Salah satunya adalah dengan memberi makan.

Sampai di bandara sekitar jam 11 an lewat urus checkin dan saya menggunakan waktu menunggu penerbangan dengan memberi makan Kai. Bayi itu makan bisa hampir 30 menit sendiri, jadi pastikan saat memberi makan dilakukan dengan santai tidak terburu - buru.

GANTI PAMPERS

Sebelum masuk ke ruang tunggu jangan lupa ganti pampers biar anak juga lebih nyaman nantinya di pesawat. Lebih ribet juga kalau harus ganti pampers di pesawat.

Waktu itu kita lumayan lama nunggu sebelum masuk ke ruang tunggu karena memang masih belum ada panggilan untuk ke ruang tunggu. Tapi, karena gak mau repot dan ribet kalau mepet - mepet sejam sebelum panggilan ke ruang tunggu, aku udah masuk ke ruang tunggu. Dan, sebelumnya sudah mengganti pampers KAI. Memastikan bajunya kering dan tidak puup juga.


JANGAN BIARKAN TIDUR

Kai Mudik
perjalanan rumah - bandara

Sebelum berangkat ke bandara Kai saat itu sudah  sempet tidur dan bangun saat kita siap - siap mau ke bandara. Aku selalu mengusahakan agar Kai tidak tidur sampai saatnya kita harus masuk ke pesawat. Walaupun sebenernya kasian saat melihat Kai sudah mengantuk tapi terus aku ajak main supaya tidak tidur. Tujuannya adalah supaya nanti saat di pesawat anak sudah mengantuk dan tertidur selama penerbangan.


BERI SUSU

Kai Mudik
Kai tidur selama di pesawat

Saat 30 menit sebelum naik pesawat aku memberi Kai susu, dengan harapan perutnya kenyang saat nanti masuk pesawat dan Kai akan tidur. Dan, berhasil. Efek mengantuk dan perut kenyang, serta digendong saat jalan masuk ke pesawat Kai sudah langsung tertidur sampai akhirnya mendarat di Pekanbaru.

Dengan semua persiapan yang aku lakukan, selama penerbangan Kai tertidur pulas. Walaupun kondisi pesawat penuh dan mungkin akan kurang nyaman bagi Kai kalau misalnya dia tidak tidur.

Salah satu antisipasi yang juga aku lakukan adalah dengan tetap memberikan Kai sumpelan pada telinga biar kupingnya tidak terasa sakit saat terbang. Sehingga Kai bisa lebih nyaman dan tidak rewel.


MINUM OBAT SEBELUM NAIK PESAWAT

Sedikit tambahan kalau melakukan penerbangan saat kondisi anak sedang tidak sehat, yaitu memberi obat 30 atau 60 menit sebelum jam penerbangan. Karena saat anak tidak sehat mereka cenderung lebih rewel dan lebih gampang menangis. Dan aku lakukan itu saat penerbangan balik ke Jakarta dari Pekanbaru, karena Kai sedang tidak sehat dan sempat demam hampir 38 derajat sekitar 1 jam sebelum check in Kai aku berikan parasetamol. Biar panasnya turun dan bisa tidur lebih enak. Aku pakaikan transpulmin juga ke dada dan punggungnya.

Selama di ruang tunggu dan di pesawat Kai sama sekali tidak rewel. Bahkan di pesawat juga tidak rewel dan tidur hingga akhinya mendarat di Soekarno Hatta Airport.


Mudik pertama Kai dan mudik pertama aku dengan membawa bayi gemoy sendirian. Untungnya semuanya lancar dan aman. Jadi, gak kapok kalau harus mudik cuma berduaan lagi๐Ÿ˜

KAI FLU SINGAPUR

No comments

Belakangan ini penyakit flu Singapura kembali banyak kembali. Beberapa kali aku melihat himbauan mengenai flu Singapura ini di media sosial. Sempat sedikit kawatir karena penyakit ini menyerang anak - anak walaupun dewasa juga bisa meski jarang terjadi. 

Gak pernah kepikiran dan kebayang kalau Kai malah kena flu Singapur ini. Walaupun, saat Kai terkonfirmasi flu Singapur pun aku sendiri gak kaget dan aneh. Kai selama Senin - Jumat dari pagi sampai sore berada di penitipan anak, dan jumlah anak disana lumayan banyak. Jadi, gak terlalu aneh kalau Kai bisa terkena flu Singapur.

Kai ketahuan flu Singapur saat kita konsul ke dokter anak saat akan melakukan vaksin campak. Aku memberitahu dokter, kalau ada bercak - bercak merah di bawah dagu dan di kaki Kai. Saat dokter memeriksa kaki, tangan dan mulut Kai dokter langsung memberitahu kalau Kai terkena flu Singapur.

Dikaki kiri Kai memang ada bercak sebanyak 3 buah tiga hari sebelum Kai demam. Sempet mikir apa itu flu singapur ya? Tapi karena pas cek cuma tiga dan hanya di kaki dan bercaknya juga tidak seperti yang di share di media sosial jadilah kemungkinan flu Singapur langsung aku skip.

Dua hari sebelum ke dokter Kai lalu  demam 2 hari di suhu 37,9 derajat dan juga rewel. Cek - cek badanya ada bercak merah dibawah bibir, yang dia pulang dari daycare memang sudah ada bercak merahnya. Di bagian pantatnya juga ada ruam - ruam merah, seperti ruam popok. Lagi - lagi tidak berfikir kalau itu flu Singapur. Mikirnya malah Kai rewel dan demam karena mau tumbuh gigi.

Di hari Kamisnya di kabarin oleh daycare Kai kalau ada bintik besar di kaki kanan Kai dan juga ada bintik - bintik putih di dalam rongga mulut Kai. Kai diminta diperiksakan ke dokter untuk memastikan keadaannya. Di hari itu juga saat ganti pampers Kai ruam merah di area pantat Kai juga semakin banyak.
Saat di kabarin oleh daycare Kai aku sudah sempat curiga Kai terkena flu Singapur walaupun gak yakin. Ruam - ruam merah yang dialami Kai tidak seperah seperti yang ada di sosial media yang memang banyak di kaki dan tangan hampir seperti cacar air.

Walaupun menular untungnya penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya. Oleh dokter, Kai diresepkan parasetamol untuk demam dan untuk menghilangkan nyeri akibat ruam. Selain itu juga Kai diresepkan obat jamur untuk mulut dan suplemen makanan.

Orang tua diminta waspadai kalau anak tidak mau makan dan menyusu. Terlihat lemas dan kekurangan cairan. Bila itu terjadi, anak sudah harus dibawa ke UGD untuk perawatan lebih lanjut.

Untuk vaksin akhirnya di tunda dan Kai harus sembuh dulu dari sakitnya baru bisa vaksin. Disarankan juga harus menunggu 2 minggu setelah sembuh baru kemudian melakukan vaksin campak. 

UPDATE 28 MEI 2022

Kai hari ini kontrol ke dokter untuk memastikan Kai sudah sehat dan mendapatkan surat sehat supaya bisa masuk kembali ke daycare. Hasil pemeriksaan Kai sudah sehat dari flu singapur.

Selain untuk dapat surat sehat sekalian juga memastikan kondisi Kai yang saat terkena flu singapore juga mengalami perbedaan pada saat pup dan juga ada benjolan di leher Kai. Saat Kai terkena flu Singapur hingga saat ini pup Kai jadi lebih encer dan sering. Seperti lagi diare. 

Dokter menjelaskan saat anak terkena HFMD (hand foot mouth dieases) aka flu Singapur terjadi gangguan penyerapan pada saluran cerna anak sehingga pup anak memang menjadi lebih cair. Tapi akan membaik dengan sendirinya. Begitu juga pada benjolan di leher Kai merupakan pembesaran kelenjar getah bening yang memang menjadi membesar saat anak sakit. Seiring waktu nanti akan mengecil sendiri.

Sekian cerita sakit Kai kali ini.
Bye๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹

Pengalaman Cabut Gigi di OMDC Mampang

No comments
Hai hai

Hari ini mau cerita tentang pengalaman aku yang baru - baru aja cabut gigi geraham di OMDC mampang. Sebagai orang yang takut dengan tindakan medis dan aku sendiri memang punya pengalaman tidak menyenangkan dengan dokter gigi, berobat ke dokter gigi kalau bisa aku hindari.

Tapi, berhubung dari hari Minggu kemarin gigi geraham aku yang bolong itu mulai nyeri dan sampai hari Senin tidak hilang sakitnya jadi mari kita ke dokter gigi biar gak gampang senggol bacok karena sakit gigi.

Gigi geraham aku yang ini memang udah seharusnya di cabut. Dia udah pernah bolong dan di tambal, tapi tambalannya udah copot. Cek ke dokter gigi ternyata udah harus di cabut tidak bisa di pertahankan lagi. Tapi, waktu itu aku masih belum berani cabut gigi. Aku takut di suntik dan sakit pas di cabut. Apa lagi saat itu belum ada keluhan yang gimana - gimana.

Minggu nyeri di gigi terasa. Senin juga masih terasa. Cusss lah langsung bikin reservasi ke OMDC untuk pencabutan gigi. Senin sore saat aku reservasi via WA ternyata masih bisa, tapi aku lebih milih untuk di cabut hari Selasa aja biar ke OMDC-nya dari tempat kerja aja biar tidak terlalu jauh.

Sampai saat aku cabut gigi kemaren di OMDC masih menerapkan protokol kesehatan untuk pemeriksaan gigi disana. Saat registrasi masih mendapatkan APD (biaya 95 ribu) dan harus swab antigen yang gratis untuk pasien OMDC yang mau melakukan pemeriksaan.

APD nya gemoy pink gonjreng๐Ÿ˜

Aku dapat jadwal jam 11 siang, tapi baru di panggil untuk ketemu dokter sekitar jam 12 kurang. Selain menunggu hasil antigen sekitar 15 menit, pasien yang sebelum aku juga memang belum selesai.

Dokter gigi yang periksa aku kemaren adalah dokter Vandra Setiawan, dokter yang dulu juga periksa gigi dan yang nambal gigi aku. Dokternya ramah dan menenangkan sekali. 

Sebelum diperiksa, aku sudah bilang kalau aku takut dan gak berani, dan untungnya dokter Vandra dan perawat yang mendampingi sabar sekali. Aku diarahkan untuk tidur di kursi pemeriksaan dan diminta untuk memejamkan mata saat itu karena aku sempat panik pas liat suntikan untuk di bius.

Dan!

Senangnya saat di suntik bius itu tidak terasa sakit seperti kita di suntik biasa itu. Jarum yang digunakan memang kecil, dan obatnya disuntikan dengan cara dicetek - cetek gitu. Sepertinya ada lebih dari 5 titik yang disuntik. Selain itu kebas yang dirasakan itu tidak terlalu berlebihan. Dulu, waktu aku pernah cabut gigi yang juga disuntik bius, kebasnya itu yang kayak benar - benar bibir terasa dower seluruhnya. Kemaren itu berbeda, hanya sebagian bibir bawah saja yang terasa kebas.

Saat proses pencabutan gigi juga tidak terasa sakit sama sekali. Memang sempat berasa tapi bukan sakit. Dokter Vandra juga memastikan bahwa yang aku rasakan juga bukan sakit. Prosesnya kemaren juga tidak terlalu lama. Gigi selesai di cabut lalu luka bekas cabutan di berikan kasa steril yang sudah diberi betadine untuk digigit di bekas luka.

Selesai pemeriksaan aku mendapatkan obat pereda nyeri asam efenamat, antibiotik yang harus dihabiskan kassa steril untuk digigit di bekas luka berserta tata cara perawatan selesai pencabutan gigi. 

Untuk obat pereda nyeri, aku minum sekali sekitar jam 1 siang karena takut merasa sakit. Sampai obat biusnya hilang tidak ada rasa sakit sama sekali. Hanya aja darah yang keluar cukup banyak, jadinya mulut berasa tidak nyaman. 

Bahkan sampai hari ini (Rabu, 18 Mei 2022) tidak ada terasa sakit sama sekali. Hanya terasa sedikit bengkak di pipi tempat gigi dicabut. Selain itu juga memang terasa agak tidak nyaman di area bekas gigi yang dicabut, tapi bukan sakit. Kayak pengen di usel - usel bekas luka disana karena kayak aneh gitu disana. Tapi, karena aku takut tentu saja aku tidak berani sentuh - sentuh area sana dengan lidah aku.

Darah tempat gigi yang dicabut pagi tadi pas aku sikat gigi sudah tidak mengeluarkan darah sama sekali. Padahal malam sebelumnya masih keluar sedikit saat aku selesai kumur - kumur sikat gigi malam.

Selesai cabut gigi kemaren, aku baru berani makan jam 5 sore karena menunggu darahnya agak berkurang. Walaupun gak kurang - kurang sih kayaknya. Tapi, pas di pakai makan justru darahnya malah gak keluar kayaknya, karena aku makan seperti biasa dan gak ada rasa kayak darah - darahnya gitu.

I'm so happy!

Gigi sudah tidak bermasalah lagi.
Dan cabut giginya tidak sakit sama sekali.
Walaupun pas bayarnya bikin sakit.

Total biaya yang aku habiskan yaitu Rp.934.000 dengan rincian ;
- Adm. Pasien lama Rp.40.000
-APD Rp.95.000
- Cabut gigi emergency Rp.699.000
- Asam mefenamat Rp.50.000
- Amoxycillin Rp.50.000



KAI - 6 sampai 8 bulan

No comments
Halo Halo

Udah lewat lama tidak update tentang Kai, dan seperti bulan kemaren - kemaren postingan sekarang juga bakal di rapel karena memang baru sempat sekarang untuk bisa update.

Kai 6 Bulan

Kai udah mulai MPASI pas di hari-H Kai berumur 6 bulan. MPASI Kai pertama kali dilakukan di daycare Kai karena hari itu memang hari kerja dan Kai di titipkan di daycare. Makanan MPASI pertama Kai hari itu buah pisang dan ubi rebus sebagai snack dengan nasi tim dan sayur sop ayam untuk makan beratnya. Kai makan dengan lahap dan habis.
Kai MPASI

Beda cerita saat Kai Sabtu - Minggu di rumah dengan aku. Kai seperti tidak suka dengan makanan yang aku bikin. Jadilah awal - awal Kai menolak makanan yang aku kasih. Kalau diingat - ingat saat itu sepertinya aku memberikan Kai makanan dengan tekstur yang tidak sesuai buat bayi seperti Kai.

Kai Covid
Kai waktu di rawat 

Diusia 6 bulan Kai juga positif covid dan harus di rawat kurang lebih hampir seminggu di rumah sakit. Demam - batuk - pilek selain itu juga hasil ronsen juga bronchopneumonia, leukosit tinggi, hasil PCR juga positif soo yaa begitulah akhirnya Kai di rawat di rumah sakit.


Di usia 6 bulan ini juga Kai udah jago banget tengkurap - terlentang sendiri. Jadi harus makin ekstra lagi jagain Kai kalau tidur malam.

Kai 7 Bulan

Usia tujuh bulan Kai semakin jago bolak - balik badan. Makan juga tidak ada masalah. Kalau di rumah Kai makannya bubur fortifikasi jadi tidak terlalu ribet untuk siapin makanannya.

Kai juga mulai belajar untuk merangkak, walaupun masih sering oleng. Sudah sering onggong - onggong (nungging maju mundur). Kalau tengkurap, selalu berusaha untuk mengangkat pantatnya, yangs seringnya malah nyeruduk kedepan dari pada merangkak. 
Foto bersama menyambut ramadhan

Dibulan Maret Kai ada kegiatan foto bersama untuk menyambut bulan Ramadhan. Jadilah Kai beli baju koko dan juga peci untuk foto bersama hari itu.
OOTD untuk foto bersama

Kai 8 Bulan

Kai udah semakin bisa merangkak, walaupun tetap masih sedikit oleng. Tapi Kai sekarang udah bisa merangkak lebih dari dua langkah. Kai juga mulai belajar untuk duduk sendiri. Sekarang masih satu pantatnya doang yang bisa nempel. 

Kai juga punya hobi untuk main dengan kotak - kotak yang ada di rumah. Paling senang kalau ngeliat kotak dan kotak tempat makan. Senang dengan cermin besar yang ada di kamar, dan sering jedut - jedutin kepalanya ke cermin itu.

Selama bulan puasa Kai beberapa kali ikut terbangun pas jam sahur untuk susu. Pas jam buka Kai juga ikut makan. Awalnya aku iseng kasih bubur sum-sum yang dari es pisang ijo karena ngeliat Kai yang sepertinya mau juga, eh taunya habis dong. 
Ikutan buka puasa

Kai udah cobain bubur sum-sum, kolak ubi dan isian risol yang wortel, kentang, tahu. Dikasih suiran ikan tongkol juga doyan dia. Jadilah sekarang setiap buka Kai juga ikutan makan, makanan yang aku makan.

KAI POSITIF COVID

No comments


Bulan Februari tidak berjalan sesuai dengan harapan dan ekspetasi aku. Aku itu selalu suka bulan Februari karena tanggalnya yang cuma 28 hari sendiri di banding bulan lainnya. Selain itu, Februari tahun ini banyak liburnya dan ada libur terjepit. So happy . . .

But. . . .

Semua berubah disaat Kai terkonfirmasi positif covid. Aku dan ayah Kai memang sempat terkonfirmasi positif covid kurang lebih dua minggu sebelum Kai positif. Kai juga tidak menunjukkan gejala apapun.

Tapi seminggu setelah kita berdua selesai isoman dan negatif covid Kai malah demam.Pagi sebelum siap siap aku merasa badan Kai agak panas. Aku cek degan termometer suhu badan Kai 38,3 sehingga akhirnya aku berikan sanmol. Untungnya gak lama setelah di berikan sanmol panasnya turun, jadi Kai pagi itu tetap kita antar ke daycare.

Sore pas aku jemput Kai di daycare, gurunya bilang Kai siangnya panas lagi dan diberi sanmol. Saat aku jemput juga Kai memang lesu tidak bersemangat. Pas di rumah aku cek dengan termometer suhu badan Kai udah 39,2, langsung aja aku kasih sanmol lagi. Tapi, walaupun udah aku kasih sanmol aku ngerasa gak tenang, takut gak turun panasnya. Langsung cek jadwal untuk ke poli anak ternyata udah tutup, akhirnya aku bawa Kai ke UGD. 

Kai
Menunggu antrian UGD untuk diperiksa

Kai aku bawa ke UGD RS Sari Asih Ciledug, karena dokter anak Kai di situ dan juga dekat dari rumah. Di UGD langsung di anamnesa dan Kai suspek bronchopneumonia. Kai langsung antigen (hasil negatif), cek laboratorium dan rontgen dada. Hasil laboratorium dan rontgennya keluar kurang lebih stengah jam-an. Semua hasil keluar balik lagi ketemu dokter UGD-nya dan sama dokternya di saranin untuk di rawat karena leukosit Kai yang tinggi. Demam Kai juga belum turun. Jadi, langsung deh aku urus administrasi untuk rawat inap.

Setelah urusan administrasi beres balik lagi ke UGD untuk nunggu ruangan siap dan juga pasang infus. Dua kali suntik akhirnya terpasang juga itu infusnya.

Kai di rawat Inap
Kai di infus

Di rawat inap suhu badan Kai sempat sampai 40 derajat. Mau di masukin obat lewat infus, ternyata infusnya macet. Di coba pasang infus ulang masih belum dapet, jadi lah obat demamnya dimasukin lewat anus. Dan syukurnya gak lama demamnya turun.

Malam itu hasil konsul dengan dokter Arifin di instruksikan h tuk tes PCR yang bakal di kerjain besok paginya. Pagi sekitar jam 6 udah ada petugas yang datang untuk swab PCR.

Hasil PCR keluarnya cukup malam, malam sekitar jam 8 hasil keluar dan Kai positif covid. Kita yang tadinya hanya di rawat inap biasanya, harus pindah ke ruangan isolasi malam itu juga. Perawatan rawat inap isolasi cuma bisa ditemani oleh satu orang, jadi akhirnya aku yang menemani Kai di rawat inap isolasi dan ayahnya pulang buat ambil - ambil barang yang di perlukan dan juga buat anter makanan atau barang yang aku atau adek perlukan nantinya.

Total Kai di rawat dari awal masuk UGD sampai pulang itu 6 hari. Selama dirawat selain demam Kai juga batuk dan pilek. Kai bahkan di nebu 3 kali sehari buat ngeluarin lendir di saluran napasnya.

Nebu
Nebu yang kesekian kalinya jadinya gak rewel lagi deh pas nebu

Kedua kaki dan tangan Kai juga sudah di tusukin semua buat di pasangin jarum infus. Buat dapat pembuluh darah Kai susah banget karena dia masih bayi, selain itu juga infusannya memang cuma bertahan sebentar karena Kai terlalu banyak bergerak.

Di hari ke 5 Kai swab lagi, hari ke 6 Kai ronsen dan swab kedua. Dihari ke 7 akhirnya Kai bisa pulang. Dengan resep obat antibiotik azhytromicyn yang mesti di habisin di rumah. 

Walaupun saat pulang masih batuk dan pilek, tapi kondisi Kai sudah jauh lebih baik dari sebelum dirawat. Minum susunya juga udah kembali normal. Kai juga udah mulai ketawa - ketawa dan senyum - senyum lagi. Dan yang paling penting Kai juga udah gak demam lagi.

Kai
Kai udah bisa ketawa - ketawa gaje lagi



Selama dirawat Kai sama sekali gak rewel. Mulai dari di UGD sampai akhirnya pulang. Rewelnya cuma pas di pasang infus, apa lagi bayi susah masang infusnya dan mesti agak di ubek - ubek jadi sudah pastilah dia rewel. Tapi ya cuma pas lagi cari pembuluh darah aja sih rewelnya, kalau udah dapet yaudah anteng lagi. Kai juga rewel pas dipakaikan selang oksigen, yang akhirnya selang oksigen itu gak di pakai deh.

Waktu di nebu memang pas pertama kali dirawat sempet nangis - nangis gak nyaman gitu karena pakai sungkupnya. Tapi nebu yang berikut - berikutnya sampai pagi terakhir sebelum pulang dari RS Kai anteng sekali.


Untuk minum obat juga tidak ada kesulitan yang berarti. Kai selalu mau membuka mulutnya saat harus minum obat. Bahkan saat harus minum antibiotik yang digerus-pun Kai tidak menolak. 

Gak nyangka di umur Kai yang baru 6 bulan Kai sakit yang sampai harus dirawat di rumah sakit. Bahkan sampai harus masuk ke rawat inap isolasi. Ngeliat Kai yang biasanya senyum - senyum kemaren sampai lemes dan diam aja pas aku jemput pulang tuh rasanya sedih banget kalau di ingat - ingat. 
Kai bahagia bisa pulang dari RS

Semoga seterusnya Kai selalu sehat. Di jauhi dari segala macam bahaya dan penyakit.

Kai - 3 hingga 5 Bulan

No comments
Udah skip tiga bulan gak update tentang Kai ๐Ÿ˜“ Ternyata susah yaa untuk konsisten walaupun udah tau mau menulis apa. Tapi waktu untuk bisa menulisnya yang rasanya tidak pernah ada๐Ÿ˜“๐Ÿ˜“ Jadi dikumpulin jadi satu aja deh disini.

Kai 3 bulan

kai naik kereta
Kai di kereta menuju Madiun

Kai masih botak tapi dengan rambut - rambut kecil yang mulai tumbuh. Di umur 3 bulan juga Kai untuk pertama kalinya naik kereta api. Kai pergi ke Madiun buat jengukin eyang kung yang lagi sakit. Walaupun cuma sebentar tapi Kai tidak rewel sama sekali di perjalanan ataupun di rumah eyang.

Kai naik kereta dari stasiun senen dan karena masih pandemi Kai tetap harus di antigen sebelum berangkat. Pulang juga Kai antigen lagi, tapi untuk pulang Kai naik kereta yang turun di stasiun Gambir.

Kai 4 bulan

Di bulan ke 4 ini Kai udah bisa tengkurap sendiri Yey ! Kai juga udah mulai senang untuk ngoceh - ngoceh sendiri. Oiya, Kai juga punya kebiasaan untuk hisap jempol. Tapi itu kayaknya dari 3 bulan (gak inget persis) tapi di 4 bulan ini menjadi semakin - semakin hisapannya.

Kai dan Oma
Kai lagi di boboin sama Oma


Kai 4 bulan ada Atuk sama Oma yang datang ke Jakarta. Kai beberapa kali gak pergi ke daycare karena ada Atuk dan Oma di rumah. Selama ada atuk dan oma Kai juga tidurnya sama atuk dan oma. Walaupun kalau nangis malem, tetep bunda yang di bangunin buat bikin susu.

Pas cari - cari foto baru sadar kalau ternyata gak simpan banyak foto pas Oma ama Atuk lagi di Jakarta. Foto - fotonya pakai hp Oma kemaren deh kayaknya, makanya di sini gak ada filenya.

Oiya, 

Kai pas kemaren 4 bulan akhirnya ganti dokter anak. Kai masih tetap imunisasi di RS Sari Asih, hanya dengan dokter yang berbeda. Awalnya karena gak dapat jadwal dokter yang biasanya Kai vaksin, jadilah gambling pindah ke dokter yang saat itu ada aja. Alhamdulillah cocok. Ayah-nya Kai juga senang ama dokter Kai yang sekarang. Jadilah, sekarang kita sudha ganti dokter lagi.

Kai 5 bulan

Kai Nebu
Kai Nebu Pertama Kali

Kai pilek lumayan lama dan juga batuk. Setelah seminggu gak sembuh - sembuh akhirnya kita dokter. Kai akhirnya di nebu dan juga dapat obat sebanyak tiga jenis. Pertama kali nebu. dan tentu saja menangis, yang awalnya di pegang sama aku diawal nebu akhirnya gantian dipegang sama ayahnya.

Di daycare untungnya guru yang jagain Kai baik banget. Kai dibuatin minyak campur irisan bawang yang ngebantu Kai biar ingusnya bisa keluar. Aku juga disaranin gurunya untuk begitu juga saat Kai di di rumah.

Kai sekarang udah bisa terlentang sendiri dari tengkurepnya, udah bisa bolak - balik sendiri. Tidurnya sekarang juga udah bisa muter - muter dan pindah - pindah. Jadilah sekarang mesti ekstra hati - hati kalau tidur, takut Kai-nya menggelinding.

Sekina update Kai di 3 bulan ini.
๐Ÿ’“๐Ÿ’“๐Ÿ’“