Ketemu Babi Hutan di Papandayan

by - March 23, 2017


Beberapa minggu yang lalu aku baru aja selesai naik ke Papandayan. Masih sama dengan tim waktu ke Guntur, kali ini kita nambah satu orang lagi yaitu Defri. Kita mutusin untuk ke Papandayan karena akses kesana yang gampang, cuma perlu 2 hari, dan yang paling penting aku belum pernah kesana😁

Sama seperti ke Guntur dulu, perjalanan ke Papandayan dilakukan dengan selow syekali. Mulai dari persiapan sampai perjalanan naik dan pulangnya kita. 

Sebelum  mulai perjalanan berdo’a untuk kelancaran dan keselamatan saat naik dan turun itu penting.

Papandayan sekarang di kelola oleh sebuah PT (gak tau nama PT-nya apa), karena itulah biaya untuk masuk dan camping di sana jadi mahal. Untuk biaya registrasinya dikenakan 65 ribu/ orang, yang menurut orang – orang mahal. Tapi menurut aku sih itu worth it sih, pengelolaan disana emang bagus, toiletnya bersih, di jalur pendakian ada tempat sampah, intinya terawat dan bersih jalurnya.


Trek awal pendakian yang bebatuan.


Trek awal yang dihadapi adalah bebatuan dan ada juga beberapa tangga. Banyak jalan yang nanjak tapi juga banyak bonus. Jalanan yang menanjak juga masih dalam kategori mudah dilewati kok.

Sebelum masuk ke hutan, istirahat dulu.


Setelah melewati bebatuan, kita bakal masuk jalan setapak dengan pepohanan yang bikin adem. Trek tetep nanjak – nanjak lucu dengan banyak bonus juga. Selain itu, banyak rest area yang disiapkan buat istirahat. Bukan cuma rest area, tapi WARUNG juga ada. Jadi gak perlu takut kelaperan di tengah jalan atau kekurangan logistik. Bahkan di camp area pondok saladah warungnya gak cuma satu.

Istirahat πŸ˜

Istirahat lagi 😁

Istirahat lagi (2) 😁

Bentar lagi nyampe camp! πŸ€—

Saat nge-camp di Pondok Salada, keberadaan babi hutan harus di waspadai terutama saat mulai sore dan malam hari. Semenjak adanya area yang kebakaran di beberap daerah di Papandayan, babi hutan saat sore dan malam hari sering terlihat di area camp untuk mencari makan. Termasuk rombongan kita juga di samperin!!😱

Fyi, babi hutannya itu BESAR BANGET dan ada TARINGNYA πŸ˜±. Tenda kita di samperin pas sore sama malem hari. Untungnya sih babinya kayak cuma lewat buat nyari makan gitu. Salahnya kita adalah makanan dan sampah kita gak kita gantungin diatas pohon, jadi mincing babi buat nyamprin deh. 

Walaupun sempet heboh karena ada babi itu, kita langsung beresin makanan dan sampah kita buat langsung di taro di atas pohon biar gak disemperin babi lagi.

Efek dikejutin babi jadi laper banget paginyaπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Foto – foto di edelweis adalah wajib


Hutan mati

Bye Papandayan!

Menginap sehari semalam di Papandayan yang sangat berkesan dan menyenangkan.

Kesimpulan:
-  Susah cari rombongan untuk sewa angkot dari terminal garut untuk ke papandayan (pengunjung berkurang semenjak biaya masuk papandayan yang mahal)
-      Banyak calo yang bikin sebel
+ Treknya gak berat dan memang cocok buat camping – camping cantic
+ Banyak rest areanya
+ Banyak warung (jadi gak perlu bawa banyak logistik, kurang tinggal beli)
+ Toilet banyak + bersih
+ Jalur pendakian yang bersih dan rapi

Buat yang cari tempat nanjak – nanjak lucu Papandayan bisa jadi pilihan πŸ‘ŒπŸ»

You May Also Like

7 comments

My Insta LIfe