Ramadhan 2020 yang Berbeda

No comments

Holla . . .

Hari ini 23 Mei 2020 adalah hari Ramadhan terakhir di tahun 2020. Buat semua orang, mungkin Ramadhan kali ini terasa paling berbeda dari Ramadhan tahun - tahun sebelumnya, di karenakan pademi Covid-19 ini. 

Aku sendiri sih merasakan banget sih perbedaannya. Vibe Ramadhan tahun ini agak kurang berasa menurut aku. Mungkin karena efek PSBB (pembatasan sosial besar-besaran) jadi vibe Ramadhannya jadi agak berkurang.

Ramadhan ditengah pandemi Covid-19 dan PSBB membuat aku benar - benar banyak menjalan Ramadhan di rumah aja. Setelah pulang kerja, langsung pulang tanpa pergi kemana - mana dulu. Bahkan untuk jajan takjil gorengan dan teman - temannya aja cuma gak sampai 10 kali di Ramadhan tahun ini.

Tahun ini juga gak ada yang namanya buka bersama entah itu buka bersama di tempat kerja, teman kuliah, maupun ama teman - teman dekat. Selain itu juga gak ada kegiatan sholat taraweh di mesjid. Tempat aku sih masih ngadain sebenarnya, tapi aku sendiri sih tidak ikut dan lebih milih untuk taraweh sendiri di rumah.

Mudik tahun ini juga tidak aku lakukan. Kalau di tahun - tahun sebelumnya, di malam takbiran seperti ini biasanya aku udah di pesawat perjalan untuk mudik kerumah orang tua aku. Tapi, sekali lagi di karena pandemi dan PSBB ini, untuk pertama kalinya lebaran idul fitri aku gak bakal mudik dan bakal lebaran sendiri di rumah. Larangan untuk mudik sudah keluar, cuti juga tidak di perbolehkan, bahkan setiap pagi harus kirim absen foto yang lengkap dengan lokasi kita yang dikirim ke atasan langsung demi mencegah untuk mudik lebaran tahun ini.

Semua dinikmati saja, apalagi ini untuk kebaikan diri sendiri dan orang lain juga.

Salah satu yang berkesan di Ramadhan ini adalah cerita aku terpilih dalam Apresiasi Pahlawan dari MCD. Sebagai hadiahnya, aku mendapatkan paket Mcd sebanyak 30 buah. 

 

Ini adalah cerita yang aku tulis hingga akhirnya berhasil terpilih oleh Mcd Indonesia.

Penyerahan hadiah oleh pihak McD ke salah satu teman kerja aku yang aku rekomendasikan.

30 Paket Mcd sebagai hadiah karena cerita aku terpilih.

Terima kasih Mcdonalds Indonesia atas apresiasinya 

Ramadhan tahun ini memang berbeda, dan mungkin terasa lebih berat untuk sebagian orang. Semoga tahun depan bisa berjumpa lagi dengan Ramadhan dengan keadaan yang jauh lebih baik dari sekarang.

Drama Korea : Hospital Playlist

2 comments

Holla . . .

I'm Back Again

Setelah sekian lama tidak nonton drama Korea, sekarang akhirnya aku kembali ngikutin salah satu drama korea lagi, yaitu HOSPITAL PLAYLIST. Drama ini masih on-going dan sampai saat ini (Selasa, 21 Mei 2020) baru keluar 10 episode dramanya. 

Aku sendiri tau drama ini dari update-an netizen di TIKTOK yang ngasih spoiler cuplikan dari Hospital Playlist episode 6, dan dari situ aku mulai cari dramanya.


Drama ini menceritakan tentang persahabatan 5 orang dokter spesialis yang sudah berteman sejak mereka kuliah kedokteran sampai sekarang mereka bekerja di rumah sakit yang sama. Dimana di masa  kuliah mereka saat itu mereka pernah membuat sebuah band.

1. Jo Jung Suk - dr. Lee Ik - Jun



Dokter bedah yang sudah memiliki anak laki - laki bernama U-Ju. Dikenal sebagai dokter yang paling ramah tidak hanya kepada sesama sejawat tetapi juga kepada pasiennya. Selalu memberi semangat kepada pasien pasien yang di tanganinya. Masalah yang di tampilkan sejauh drama ini tayang adalah disaat istrinya yang memutuskan untuk meminta cerai dari dia.

2. Yoo Yeon- Seok - dr. Anh Jung-Won


dr. Anh Jung-Won adalah dokter spesialis anak yang memiliki cita - cita untuk menjadi seorang pastor mengikuti kakak - kakaknya, dimana 2 orang kakak laki - lakinya adalah seorang pastor dan 2 orang kakak perempuannya adalah seorang biarawati. Keinginannya menjadi pastor masih terhalang restu dari ibunya.

Jung-Won diam - diam menggunakan uang gajinya untuk menjadi penyumbang dana untuk pengobatan bagi orang - orang yang tidak mampu. Karenanya walaupun seorang anak konglomerat tetapi Jung-Won tidak memiliki banyak uang.

3. Kim Dae-Myung - dr. Yang Seok-Hyung


dr. Yang Seok-Hyung merupakan dokter kandungan yang sangat mencintai ibu-nya. Apa - apa dia selalu nelpon dan ngabarin ibunya. Salah satu penyebabnya adalah karena ternyata ayahnya punya istri simpanan. Yang Seok-Hyung juga digambarkan sedikit "nerd" tidak gampang bersosialisasi, tapi sangat ramah dan perhatian pada pasiennya.

4. Jeun Mi-Do - Chae Song-Hwa


Satu - satunya wanita dalam lingkarang pertemanan mereka berlima. Seorang dokter spesialias syaraf yang sampai saat ini belum menikah. Di sukai oleh salah satu dokter residen bedah syaraf, dan sepertinya akan ada love line dengan Ik-Jun yang semakin jelas di episode 10 kemaren. Walaupun love line Ik Jun - Song Hwa ini baru pendapat pribadi aku aja sih.

5. Jung Kyung-Ho -  Kim Ju Wan


Dokter paling "dingin' dengan residennya tapi diam - diam perduli. Sangat to the point sehingga kesannya jadi galak dan tidak perduli perasaan orang lain. Diam - diam Ju Wan ternyata naksir dengan adeknya Ik Jun yang seorang tentara, dan mereka akhirnya jadian. Ekspresi Ju Wan waktu di terima oleh Ik Sun lucu banget banget.

Drama ini tidak hanya kisah seputar persahabatan mereka tetapi juga kehidupan mereka sebagai seorang dokter, bagiaman mereka menghadapi pasien bahkan kehidupan percintaan mereka diceritakan disana. Sesekali dengan flashback tentang kehidupan mereka disaat kuliah dahulu.

Walaupun bertema medical drama tapi drama ini dikemas secara ringan dan enak untuk dinikmati. Drama yang di ciptakan terasa dan tidak berlebihan. Adegan komedi yang di buat juga tersaji natural sebagaimana kejadian yang terjadi sehari - hari di lingkungan pertemanan kita.

Drama ini sangat aku tunggu update-nya. Sayangnya mereka hanya tayang seminggu sekali, jadi butuh kesabaran ekstra di setiap minggunya untuk menunggu update episode berikutnya. Drama ini merupakan drama keluaran TVN yang keluar di NETFLIX.

Buat yang butuh hiburan santai dan menghibur di saat masa karantina seperti ini Hospital Playlist wajib buat kalian tonton. Kekurangan drama ini hanya di mereka masih on-going dan cuma tayang seminggu sekali. Drama ini akan tayang sebanyak 16 episode, mari kita tunggu saja setiap minggu update dari drama ini.

Pengalaman PCR Tes / Swab Untuk Cek Covid 19

No comments

Holla
I'm back again

Hari ini aku mau cerita tentang rasanya melakukan pemeriksaan PCR tes atau swab tes untuk deteksi Covid-19. Saat ini aku bekerja di salah satu rumah sakit yang ada di Jakarta, jadi untuk melakukan pemeriksaan ini aku tidak di pungut biaya sama sekali. Tes ini merupakan screening yang dilakukan kepada karyawan dari rumah sakit tempat aku bekerja.

Aku melakukan tes hari Jum'at ( 8 Mei 2020) lalu. Tes swab ini dilakukan dengan memasukan alat menyerupai cottonbud dengan ukuran yang lebih panjang kedalam rongga hidung. Saat pemeriksaan kita akan diminta untuk duduk dan mendongakan kepala. Dokter menganjurkan untuk menatap keatas dan membuka mata serta bernapas melalui mulut saat pemeriksaan berlangsung. Diusahakan juga untuk tidak mengernyitkan dahi dan hidung saat pemeriksaan.

Aku-pun mengikuti instruksi dari dokter. 

Duduk lalu mendongak dengan mata terbuka.

Saat alatnya baru masuk ke hidung sih masih gak berasa sakit sama sekali. Pas alatnya mentok ke ujung hidung cuma kaget dikit sih. Tapiiiiiiiii, pas alatnya di puter - puter dalam hidung rasanyaa itu menurut aku lumayan sakit. Bukan jenis sakit yang banget - banget itu sih, tapi lebih ke gak nyaman yang bikin sakit (?). Bahkan tanpa sadar air mata aku jadi meleleh keluar gitu. Bahkan, saat harus pemeriksaan hidung yang satunya lagi, aku masih harus ada jeda dulu. Gak bisa langsung masuk kayak teman - teman aku yang lain, karena saking tidak nyamannya. Oiya, tes ini dilakukan di kedua hidung kita yaaa, bukan salah satunya aja. Jadi hidung kita dua - duanya akan dimasukan alat tes tersebut bergantian.
Pas Alatnya di Puter - Puter dalam Hidung

Tapi, rasa sakit yang bisa di tahan orang kan beda - beda yaa. 

Teman seruangan aku yang tes bareng aku juga bilang sakit, tapi dia gak sampai nangis kayak aku. Kata temen aku, dengan membuka mata lebar - lebar dan terus ngeliat keatas dan bernapas lewat mulut jadi gak terlalu sakit saat pemeriksaan. Kebukti sih, dia selesai pemeriksaan biasa aja gitu setelahnya.
 
Kalau aku kayaknya kurang kooperatif  deh saat itu, jadinya merasa lebih sakit sampai bikin aku nangis. Soalnya dokternya ngingetin beberapa kali buat tetep ngeliat keatas dan ngebenerin posisi kepala aku. Untungnya dokternya sabar pas meriksa aku. 

Pemeriksaannya gak lama sih menurut aku. Satu orang gak sampai 5 menit deh kayaknya kalau orangnya kooperatif. Tapi, kalau aku pribadi sih rasanya itu satu hidung kayaknya lamaaaaaaa banget 

Tapi syukurnya aku berani untuk tes, walaupun sebenarnya takut dan gak pengen ikut tes. Di suntik aja aku takut, apa lagi tes beginian. Ngeliatnya aja udah seremkan. Semoga aja hasilnya besok bagus. Masih harus nunggu kira - kira seminggu lagi deh buat bisa tau hasilnya.