Pengalaman Cabut Gigi di OMDC Mampang

No comments
Hai hai

Hari ini mau cerita tentang pengalaman aku yang baru - baru aja cabut gigi geraham di OMDC mampang. Sebagai orang yang takut dengan tindakan medis dan aku sendiri memang punya pengalaman tidak menyenangkan dengan dokter gigi, berobat ke dokter gigi kalau bisa aku hindari.

Tapi, berhubung dari hari Minggu kemarin gigi geraham aku yang bolong itu mulai nyeri dan sampai hari Senin tidak hilang sakitnya jadi mari kita ke dokter gigi biar gak gampang senggol bacok karena sakit gigi.

Gigi geraham aku yang ini memang udah seharusnya di cabut. Dia udah pernah bolong dan di tambal, tapi tambalannya udah copot. Cek ke dokter gigi ternyata udah harus di cabut tidak bisa di pertahankan lagi. Tapi, waktu itu aku masih belum berani cabut gigi. Aku takut di suntik dan sakit pas di cabut. Apa lagi saat itu belum ada keluhan yang gimana - gimana.

Minggu nyeri di gigi terasa. Senin juga masih terasa. Cusss lah langsung bikin reservasi ke OMDC untuk pencabutan gigi. Senin sore saat aku reservasi via WA ternyata masih bisa, tapi aku lebih milih untuk di cabut hari Selasa aja biar ke OMDC-nya dari tempat kerja aja biar tidak terlalu jauh.

Sampai saat aku cabut gigi kemaren di OMDC masih menerapkan protokol kesehatan untuk pemeriksaan gigi disana. Saat registrasi masih mendapatkan APD (biaya 95 ribu) dan harus swab antigen yang gratis untuk pasien OMDC yang mau melakukan pemeriksaan.

APD nya gemoy pink gonjreng­čśŹ

Aku dapat jadwal jam 11 siang, tapi baru di panggil untuk ketemu dokter sekitar jam 12 kurang. Selain menunggu hasil antigen sekitar 15 menit, pasien yang sebelum aku juga memang belum selesai.

Dokter gigi yang periksa aku kemaren adalah dokter Vandra Setiawan, dokter yang dulu juga periksa gigi dan yang nambal gigi aku. Dokternya ramah dan menenangkan sekali. 

Sebelum diperiksa, aku sudah bilang kalau aku takut dan gak berani, dan untungnya dokter Vandra dan perawat yang mendampingi sabar sekali. Aku diarahkan untuk tidur di kursi pemeriksaan dan diminta untuk memejamkan mata saat itu karena aku sempat panik pas liat suntikan untuk di bius.

Dan!

Senangnya saat di suntik bius itu tidak terasa sakit seperti kita di suntik biasa itu. Jarum yang digunakan memang kecil, dan obatnya disuntikan dengan cara dicetek - cetek gitu. Sepertinya ada lebih dari 5 titik yang disuntik. Selain itu kebas yang dirasakan itu tidak terlalu berlebihan. Dulu, waktu aku pernah cabut gigi yang juga disuntik bius, kebasnya itu yang kayak benar - benar bibir terasa dower seluruhnya. Kemaren itu berbeda, hanya sebagian bibir bawah saja yang terasa kebas.

Saat proses pencabutan gigi juga tidak terasa sakit sama sekali. Memang sempat berasa tapi bukan sakit. Dokter Vandra juga memastikan bahwa yang aku rasakan juga bukan sakit. Prosesnya kemaren juga tidak terlalu lama. Gigi selesai di cabut lalu luka bekas cabutan di berikan kasa steril yang sudah diberi betadine untuk digigit di bekas luka.

Selesai pemeriksaan aku mendapatkan obat pereda nyeri asam efenamat, antibiotik yang harus dihabiskan kassa steril untuk digigit di bekas luka berserta tata cara perawatan selesai pencabutan gigi. 

Untuk obat pereda nyeri, aku minum sekali sekitar jam 1 siang karena takut merasa sakit. Sampai obat biusnya hilang tidak ada rasa sakit sama sekali. Hanya aja darah yang keluar cukup banyak, jadinya mulut berasa tidak nyaman. 

Bahkan sampai hari ini (Rabu, 18 Mei 2022) tidak ada terasa sakit sama sekali. Hanya terasa sedikit bengkak di pipi tempat gigi dicabut. Selain itu juga memang terasa agak tidak nyaman di area bekas gigi yang dicabut, tapi bukan sakit. Kayak pengen di usel - usel bekas luka disana karena kayak aneh gitu disana. Tapi, karena aku takut tentu saja aku tidak berani sentuh - sentuh area sana dengan lidah aku.

Darah tempat gigi yang dicabut pagi tadi pas aku sikat gigi sudah tidak mengeluarkan darah sama sekali. Padahal malam sebelumnya masih keluar sedikit saat aku selesai kumur - kumur sikat gigi malam.

Selesai cabut gigi kemaren, aku baru berani makan jam 5 sore karena menunggu darahnya agak berkurang. Walaupun gak kurang - kurang sih kayaknya. Tapi, pas di pakai makan justru darahnya malah gak keluar kayaknya, karena aku makan seperti biasa dan gak ada rasa kayak darah - darahnya gitu.

I'm so happy!

Gigi sudah tidak bermasalah lagi.
Dan cabut giginya tidak sakit sama sekali.
Walaupun pas bayarnya bikin sakit.

Total biaya yang aku habiskan yaitu Rp.934.000 dengan rincian ;
- Adm. Pasien lama Rp.40.000
-APD Rp.95.000
- Cabut gigi emergency Rp.699.000
- Asam mefenamat Rp.50.000
- Amoxycillin Rp.50.000



No comments