Showing posts with label Kai. Show all posts

Kai - 2 Bulan

No comments
kai - 2 bulan

Hai . . .
Gak kerasa Kai sekarang udah masuk umur 2 bulan. Sekarang Kai tinggal bertiga doang sama ayah sama bunda, karena sekarang Kai udah balik lagi ke Jakarta.

Di dua bulan ini ada beberapa hal yang berkesan, yaitu

Kai PCR

Waktu mau berangkat ke Jakarta ada sedikit drama yang terjadi. Dimana Kai tidak bisa berangkat terbang di karenakan tidak memiliki hasil PCR. 

Aku sendiri baru tau kalau untuk penerbangan dari Pekanbaru itu semua penumpang harus memiliki hasil PCR negatif termasuk bayi. Info ini sedikir berbeda dengan aturan dari pemerintah dimana anak dibawah 5 tahun tidak diwajibkan PCR. Tapi, peraturan wajib PCR bagi anak ini merupakan aturan dari satgas covid Riau. Jadilah, hari itu kami batal terbang semua karena Kai yang tidak punya hasil PCR.

Setelah fix batal berangkat, kami langsung mencari RS yang bisa PCR sore itu juga dan bisa mengeluarkan hasil di besok paginya. Untungnya, teman Amih Kai ada yang bisa nolongin supaya Kai bisa PCR sore itu juga.

Jadilah, di umur 40 hari-an Kai sudah merasakan PCR dicolok hidung dan mulut.

Masuk Day Care

Senin, 4 Oktober 2021 Kai resmi jadi anak day care. 

Efek kedua orang tua Kai bekerja, dan tidak ada yang menjaga Kai di rumah mau tidak mau Kai setip harinya di titipkan ke Day Care. Setiap pagi dari jam 6 pagi sampai kira - kira jam 4 sore Kai baru di jemput.

Di day care Kai di asuh oleh Bu Nindi. Jam 6 pagi Bu Nindi udah nungguin Kai di depan day care. Sama Bu Nindi Kai dimandikan, berjemur dan belajar. Kai diajarkan tengkurap, mendengarkan cerita, dan kegiatan lainnya. 

Semoga aja Kai nyaman dan betah di day care.

Random

Sekarang Kai lagi suka menghisap - hisap tangannya. Biasanya kalau mau menyusu atau pas di saat baru bangun tidur dan mau tidur

kai pegang botol
Di fotoin ayah

Kai juga mulai suka memegang botolnya sendiri meski belum kuat. Dia udah mulai bisa mengarahkan arah botol susunya biar sesuai dengan keinginannya.

Begitulah perkembangan Kai di usia dua bulan 😁

Pengalaman Berobat ke Dokter Anak di Pekanbaru

No comments


Hai . . .
Hai . . .

Saat hamil dulu yang di searching adalah mengenai rekomendasi dokter kandungan yang cocok dengan kita karena akan menjadi langganan selama 9 bulan. Setelah lahiran, selanjutnya adalah mencari dokter anak. Kalau berada di Jakarta, mencari review di internet soal dokter kandungan dan dokter anak jauh lebih gampang karena banyak yang menulis. Tapi kalau untuk di Pekanbaru susah sekali untuk mencari review dokter di internet. Kebanyakan orang di Pekanbaru kayaknya masih mencari dokter itu berdasarkan saran dari keluarga atau teman. Jadi, memang sulit mencari reviewnya di internet.

Kai sendiri udah ketemu dengan dua dokter anak di dua rumah sakit yang berbeda. Di postingan ini aku kan membahas kedua dokter anak yang udah aku dan Kai temuin.

dr. Zulfikri, SpA

Aku ketemu dr. Zulfikri di RS Hermina Pekanbaru untuk vaksin Kai, karena saat lahir Kai masih belum vaksin BCG dan polio. Memutuskan ke Hermina karena kakak aku yang 3 bulan yang lalu lahiran juga vaksinasi anaknya di Hermina. Dan menurut kakak aku, dokter di Hermina rekomended. Makanya aku membawa Kai ke Hermina untuk vaksinasi.

dr. Zulfikri ramah dan halus banget kalau berbicara. Mengecek kondisi Kai dengan sangat hati - hati (waktu itu umur Kai baru 7 hari) juga lembut banget saat menghandle bayi. Hanya saja, dr. Zul sepertinya tipe dokter yang memang tidak banyak bicara.

Untuk aku pribadi, aku kurang cocok sih dengan dr. Zulfikri. Menurut aku dokternya kurang komunikatif. Buat ibu - ibu baru seperti aku yang bingung mau tanya apa saat ketemu dokter rasanya akan kurang puas kalau ke dr. Zulfikar, karena dr. Zulfikar sepertinya tipe dokter yang baru akan menjelaskan saat pasien bertanya. Makanya kurang cocok dengan aku, yang kalau ke dokter banyak manut - manut aja. Apa lagi saat itu memang tidak ada keluhan yang gimana - gimana gitu.


dr. Marlinda, SpA

dr. Marlinda sebenarnya adalah dokter anak Kai saat aku melahirkan secar di Zainab kemaren. Cuma baru ketemu dengan dokternya pas berobat Kai kemaren. Pas lahiran dokternya cuma cek Kai di ruangan bayi, jadi aku gak pernah ketemu dengan dr. Marlinda ini. Pas kontrol setelah pulang dari Zainab juga gak ketemu dengan dr. Marlinda tapi dengan dokter umum aja.

Dulu sempat nanya ke kakak tentang dokter Marlinda, dan kata kakak aku dokter. Marlinda rekomended. Makanya pas kemaren Kai sakit, aku mutusin buat bawa Kai ke Zainab aja ke dr. Marlinda. Selain karena menurut kakak bagus, jam praktek dr. Marlinda juga panjang dari jam 8 pagi sampai jam 2 siang dan dari hari Senin - Jumat selalu ada.

Hasil konsul kemaren dengan dokter Marlinda aku sih puas dan suka. Dokternya ramah dan menanyakan detil tentang keadaan Kai, dan penyebab yang memungkinkan timbulnya alergi pada Kai. Dokter Marlinda juga menjelaskan hal - hal yang bahkan tidak aku tanyakan. Bahkan kemaren, bagaiman cara dan posisi aku menyusui Kai juga di cek dan di benarkan cara aku menyusui Kai yang ternyata masih salah. Dokter Marlinda juga menjawab dan memeriksa keadaan Kai saat aku bertanya mengenai Kai yang aku rasa mengganjal.

Tapi, untuk ibu - ibu yang memberi sufor kepada anaknya mungkin akan kurang nyaman saat ke dokter Marlinda karena beliau Pro Asi (RS Zainab memang Pro Asi), karena aku merasakannya😁. Dokternya enggak memaksa, tapi menasehati dan memotivasi kita untuk berusaha memberikan ASI. Buat aku yang rasanya udah berusaha untuk bisa ASI jadi merasa gimana gitu kan yaa😄 

Oiya, kalau berobat di Zainab di dokter Marlinda harus banyak sabar sebab antriannya  lama dan  pasiennya banyak. Selain itu juga 1 pasien mungkin ada sekitar 10 menit atau lebih mungkin saat konsul. Konsul dengan dokter Marlinda memang enak sih dan gak yang terburu - buru gitu saat kita konsul. Jadi, memang harus banyak sabar kalau mau ke dokter Marlinda.

Untungnya perjalanan berobat dokter anak Kai di Pekanbaru cuma dua dokter. Jadi, aku gak pusing mesti cari - cari dokter lagi yang pas. Walaupun kalau misalnya gak cocok dengan dr. Marlinda aku udah ada list dokter lagi yang mau aku datangin. Tapi, syukurnya di dr. Marlinda cocok dan puas👌

Nanti pas di Jakarta bakal mulai cari dokter anak lagi buat Kai. Semoga aja nanti bisa langsung cocok dengan dokternya🙏




Kai - 1 Bulan

No comments


Setelah sekian lama menghilang, akhirnya bisa update lagi disini. Kalau dulu update tentang kehidupan pribadi, sekarang mau update kehidupan anak. Aku pernah update mengenai kehamilan aku disini. Buat yang mau baca bisa baca lansung lewat link dibawah ini.



Kai sekarang umurnya udah 1 bulan. Rasanya cepat banget sih tau - tau udah sebulan aja, padahal rasanya kayak baru kemaren SC-nya😆 Dalam sebulan pertumbuhan bayi itu ternyat pesat dan cepat banget. Di 1 bulan ini banyak juga hal - hal yang terjadi di pertumbuhan Kai.

Kai Kuning

Kai sewaktu lahir mengalami kesulitan menyusu langsung ke aku. Kai menyusu langsung di aku itu di hari ke-2 setelah dia lahir, tapi itu juga gak lama. Penyebabnya adalah puting payudara aku yang gak keluar, dan juga posisi menyusui aku yang salah saat itu. Selama 3 hari di rawat di RS aku selalu coba untuk bisa susuin Kai, tapi tetap aja Kai mengalami kesulitan menyusu. Bahkan setelah diajarkan oleh konselor laktasi tetap aja masih sulit bagi Kai untuk menyusu. Akibatnya, Kai mengalami dehidrasi dan kuning hampir seminggu lebih.

Tali Pusar Putus

Tali pusar Kai pas putus di hari ke-7 Kai lahir. Tali pusarnya ada tersimpan di tas ransel aku.

Imunisasi Lengkap

Waktu lahir dari RS tempat aku melahirkan Kai cuma mendapatkan vaksin Hepatitis B, sedangkan BCG dan polio tidak diberikan karena saat itu stok sedang kosong. Akhirnya seminggu setelah lahir Kai mendapatan vaksin BCG dan Polio di salah satu RS swasta di Pekanbaru.

Kai Sakit

Seminggu belakangan Kai mengalami hidung tersumbat sehingga sulit bernapas. Awalnya aku pikir kesulitan bernapasnya itu karena ada upil yang besar yang menutupi hidungnya. Tapi kok udah beberapa hari gak sembuh - sembuh. Ditambah napasnya jadi berbunyi dan kalau malam Kai jadi kesulitan tidur. 

Jadilah akhirnya mutusin untuk ke dokter anak di RS tempat waktu lahiran dulu dengan dokter anak yang namanya dr. Marlinda. Dari hasil pemeriksaan kemungkinan Kai mengalami alergi, sehingga benda - benda seperti karpet, kucing dan benda - benda berbulu harus di jauhkan. Kai juga di minta untuk stop sufor dan dianjurkan untuk ASI.

 Berat Kai Bertambah

Sewaktu periksa Kai ke dokter anak, Kai di ukur berat badannya. Sewaktu lahir Kai lahir dengan berat badan 3,5 kg, dan saat periksa di dokter anak kemaren berat Kai udah 4,6 kg. Dari segi fisik memang kelihatan sih pertambahan berat badan Kai. Pipinya sekarang sudah berisi dan bulat, tangan dan kaki yang membesar. Bahkan saat di gendong memang sudah terasa beratnya, tidak seperti saat di awal Kai lahir😆

Begitulah kehidupan Kai selama 1 bulan ini. Semoga nanti bisa tetap  update untuk bulan - bulan selanjutnya.

Bye
💕💕💕