Tampilkan postingan dengan label Jalan-Jalan. Tampilkan semua postingan

Jalan - Jalan ke Jakarta Aquarium

3 komentar

Jakarta Aquarium


Pergi ke Jakarta Aquarium merupakan salah satu wishlist aku ditahun ini untuk anak aku. Melihat Kai sangat tertarik dengan binatang, aku mencari tempat - tempat yang cocok untuk kami datangi bersama Kai. Dari beberapa pilihan yang ada akhirnya kami memutuskan untuk ke Jakarta Aquarium. Kami kesana sekaligus merayakan hari ulang tahun Kai yang kedua (Happy Birthday KaiπŸ’•)

Jakarta Aquarium menjadi pilihan salah satunya adalah karena dia berada di dalam mall sehingga sudah pasti lebih nyaman dan aman untuk jalan - jalan dengan membawa anak. Makan lebih enak nyaman karena di dalam mall pilihan untuk tempat makan dengan kids friendly juga lebih banyak. Yang penting juga, lokasi dan aksesnya tidak terlalu jauh yang bikin kita capek di jalan.

Jakarta Aquarium menjadi pilihan salah satunya adalah karena dia berada di dalam mall sehingga sudah pasti lebih nyaman dan aman untuk jalan - jalan dengan membawa anak. Makan lebih enak nyaman karena di dalam mall pilihan untuk tempat makan dengan kids friendly juga lebih banyak. Yang penting juga, lokasi dan aksesnya tidak terlalu jauh yang bikin kita capek di jalan.

Lokasi Jakarta Aquarium

Lokasi Jakarta Aquarium ada di Mall Neo Seho di Jl. Letjen S. Parman Kav. 28 Jakarta Barat. Mallnya tepat di samping Central Park kalau yang tidak familiar dengan mall Neo Soho. Kalau pun masih bingun tinggal google maps πŸ‘Œ

Harga Tiket Masuk Jakarta Aquarium

Aku kemaren datang di hari biasa dimana tiket reguler weekday untuk 1 orang dewasa yaitu 150 ribu dan anak - anak diatas 2 tahun 115 ribu yang aku beli langsung on the spot. Tapi pas aku cek ke websitenya Jakarta Aquarium Safari untuk harga tiket reguler weekdaynya jauh lebih murah. Mungkin, lebih bagus beli tiket langsung via websitenya aja langsung.

Rasanya Main di Jakarta Aquarium

Pertama kali sebelum kita nge scan tiket masuk, kita akan di tawari foto oleh petugas Jakarta Aquarium dengan backdrop yang sudah disediakan oleh mereka. Untuk di fotonya itu gratis, tapi kalau mau cetak fotonya ada beberapa pilihan harga. Untuk cetak foto aku kurang ingat harganya berapa, yang jelas di sekitar 200 ribu. Aku sendiri memilih untuk ambil soft file fotonya dengan biaya 150 ribu. 

Jakarta Aquarium
Foto dulu sebelum masuk

Untuk foto - foto ini tidak hanya di depan pintu masuk saja. Di dalam masih ada 1 tempat yang disediakan untuk foto, yaitu di Aquarium yang berbentuk tabung ini.

Jakarta Aquarium
Foto disini wajib

Sayangnya aku cuma foto di depan pintu masuk aja, karena Kai yang rewel tidak mau diam. Padahal kalau bisa foto bertiga  di depan aquarium yang tabung itu pasti bagus hasilnya.

Padahal pertama kali kami masuk Kai sudah excited, sudah ada beberapa aqurium yang ada dinding yang menarik perhatian Kai. 

Di spot pertama kami menemukan ada ular piton kuning dengan pawangnya. Disini Kai dan ayahnya menyentuh ular tersebut. Disisi lainnya juga ada burung Kakak tua warna biru yang dijaga pawangnya.
 
Jakarta Aquarium
Ayah dan Kai megang ular🐍🐍

Tapi, karena kita di infokan sedang ada show feeding fish di Zona 12 jadi kita bergegas ke Zona 12 yang letakknya di dekat pintu keluar dari Jakarta Aquarium. Kita sampai di zona 12 orang - orang sudah ramai menyaksikan pertunjukan memberi makan ikan tersebut. Kita cukup lama ada di zona ini, bahkan sampai selesai kita menyaksikan pertunjukannya. Setelah pertunjukkan barulah kita eksplore Jakarta Aquarium secara menyeluruh.

Jakarta Aquarium
Feeding Show, tapi ini udah selesai ikannya udah gak ngumpul lagi

Awalnya aku pikir isi di dalam Jakarta Aquarium hanya akan ada ikan saja, tetapi juga ada beberapa hewan lainnya. Disana aku menemukan penguin, meerkat, beberapa jenis reptil seperti iguana, dan ada juga hewan sejenis monyet disana.

Selain bisa melihat berbagai jenis ikan dan hewan - hewan lainnya, Jakarta Aquarium itu juga sangat instagram able. Disana tersedia beberapa spot foto yang membuat foto kita terlihat estetik buat update di IG Story ataupun TikTok. Bahkan dengan cuma videoin ubur - ubur berenang aja itu hasilnya udah estetik menurut aku. 
Jakarta Aquarium
Wajib juga foto disini, kita jadi kayak di dalam aquarium

Jalan - jalan di Jakarta Aquarium sangat nyaman untuk aku yang membawa toddler. Karena di dalam mall sudah pasti jalan - jalan keliling tidak kegerahan dan kepanasan. Didalam juga tersedia beberapa kids aktiviti (cuma aku gak tau gratis atau bayar karena aku tidak mencoba) dan juga beberapa tempat makan untuk membeli camilan dan minuman juga tersedia di dalamnya. Jadi, mau berlama - lama didalam sana juga gak masalah.

Dengan harga yang tidak bisa di bilang murah, aku cukup puas dengan jalan - jalan ke Jakarta Aquarium kemaren. Tempatnya yang di dalam mall sungguh sangat membantu untuk aku yang pergi dengan membawa anak ini.

Jadi, ayo jalan - jalan ke Jakarta Aquarium!
πŸ’•

Moment Diklat PROPALA ANGKATAN 23

Tidak ada komentar
Holla
I’m Back
🌻🌻🌻🌻🌻

Kali ini aku mau cerita tentang kegiatan diklat PROPALA angkatan 23 yang berlangsung dari tanggal 22 Februari – 25 Februari 2018 kemarin. Walaupun aku baru bisa datang di tanggal 25 dini harinya bareng Rianto, Fani, Leo, Riki dan Agnes.


Setelah lulus dari Poltekkes 2014 lalu baru sepertinya baru sekarang aku bisa datang ke acara diklat PROPALA lagi. Selain karena udah lama gak ikut diklat, Loji yang merupakan tempat diklat di laksanakan saat ini juga merupakan tempat aku dulunya juga mengikuti diklat. Jadi berasa mengenang masa lalu gitu deh hahahha

Peserta Diklat
Setelah sekian lama akhirnya bisa lihat dan datang langsung ke acara diklat. Lihat apa dan bagaimana mana jalannya acara diklat yang mereka lalui. Sedikit banyak mengingatkan aku dulu waktu diklat. Syukurnya acara diklat ini berjalan lancar tanpa ada insiden berarti yang terjadi.

Panitia Diklat

Panitia acara sukses melaksanakan acara diklat angkatan 23 dengan jumlah panitia yang bisa di hitung dengan jari. Mempersiapkan acara diklat dan melaksanakan  diklat bukan hal mudah, tapi banyak pelajaran yang bisa diambil selama proses tersebut. Terlebih kegiatan tersebut akan menjadi salah satu kenangan yang akan dikenang setelah lulus kuliah nanti.

Berkat acara diklat ini aku bisa ketemu dengan abang – abang dan adek – adek yang udah lama gak ketemu. Bahkan buat ketemu dengan Leo, Riki, dan Agnes aja, itu kebanyakan selalu dalam acara PROPALA seperti ini.

Sebagian dari anggota PROPALA
Kumpul lintas generasi buat ngeliat calon adek yang nantinya semoga bisa bergabung menjadi anggota PROPALA. PROPALA yang walaupun banyak drama, tapi tetap satu jua.


Makan Bersama

Acara makan bersama sebelum penutupan dan penyempatan slayer yang memang selalu di lakukan. Duduk bersama, mengelilingi makanan dengan makanan yang sama saling berbagi satu sama lain. Walaupun yang dimakan makanan sederhana, tapi momen yang didapat itu selalu berasa.

Selain semua kegiatan diatas pastilah selalu ada kegiatan foto – foto yang gak mungkin terlupakan untuk dilakukan. Dari pada cuma disimpan di lapto, aku mau masukin beberapa foto acara tersebut disini.


Angkatan 17

 No caption kalau yang ini

Cowo - cowo PROPALA

Absurd

Banyak yang mau di ceritain tapi bingung nulisnya. Mau masukin banyak foto tapi ini bukan instagram. Jadi mungkin sampai disini aja postingan kali ini.


Cheers
πŸ’•πŸ’•πŸ’•

Pelantikan di Gunung Sindoro yang PHP

1 komentar

Holla
I’m back again

Kali ini aku mau cerita tentang pendakian ke gunung Sindoro bulan November 2017 lalu. Pendakian kali ini bukan pendakian happy – happy seperti pendakian pendakian sebelumnya. Pendakian sekarang ini sekaligus untuk pelantikan dan pengambilan nomer anggota PROPALA angkatan 21. Aku bersama beberapa senior di PROPALA lainnya ikut mendampingi perjalanan di pelantikan ini.

Berjalan Bersama di Prau – Wonosobo

2 komentar
Holla!
Finally I’m back.


Sebenernya ini udah lama pengin nulis tentang perjalan ke Prau – Wonosobo pas Agustus kemaren, namun apalah daya semua hanya wacana dan baru sekarang niat itu terlaksana. Cukup lah basa – basinya mari kita lanjut dengan cerita perjalanan ke Prau kemaren.


Ini adalah pendakian pertama saya kesana dan juga yang lainnya (kecuali Depri) ke gunung tersebut. Selain itu ini juga pertama kalinya saya mendaki gunung di luar wilayah Jawa Barat. Kita milih ke Prau karena banyak dari kita yang belum pernah kesana, hasil dari googling – gooling juga view di atas puncaknya juga kece banget dan ada samudra awannya. Trus juga yang paling penting gunungnya cetek!

Tapi ………………

Walaupun cetek jangan anggap sepele ini gunung. Walaupun cetek, treknya lumayan menguras tenaga. Kita akan bener – bener mendaki, mendaki dan terus mendaki. Bonusnya jaraaaaaaaaang banget. Kecil – kecil cabe rawit emang ini gunung!πŸ‘

Start
Kita naik lewat jalur Patak Banteng. Dari basecamp pendaftaran kita akan melewati perumahan warga dan akan melewati jalur tangga sebelum akhirnya melewati jalur aspal (?) diatas. Jalur tangga aja udah bikin engap diawal pendakian loh. Jalur aspal setapak tersebut walaupun mulus tapi itu terus menanjak sebenernya. Di jalur in kita lumayan lama berenti soalnya aku sempet mual karena masuk angina, trus juga karena kelamaan foto – foto.


Basecamp ke pos satu itu kita kayaknya ada sekitar 1 jaman lebih deh.  Jaraknya di lumayan jauh sih menurut saya. Kalau gak salah yang jadi tanda pos satu itu, jalur aspal hilang dan ketemu ama shelter ini.

Minus Fani 

Di pos satu kita gak terlalu lama. Foto – foto bentar dan kita lanjut ke pos II. Jalur ke pos dua itu tanah berdebu yang mulai mendaki meskipun tingkat kemiringannya yang masih “aman”. Jarak dari pos 1 ke pos 2 sebenernya juga gak terlalu jauh.

Pos II bersama Depri

Di pos 2 kita lumayan lama berenti buat foto – foto. Pemandangan dari pos dua emang bagus banget di pakai buat foto – foto.

Angkatan 17πŸ’•

 Disini setiap orang punya foto sendiri – sendiri, foto bareng angkatan, foto bareng temannya, foto bedua yaa gitulah jadi kebayangkan lamanya foto disana. Di pos II ini tempatnya enak dipakai foto, dengan latar belakang gunung Sindoro (?) tempatnya juga cukup luas untuk foto  rame - rame di jalur pendakian gini. Kayaknya cuma di pos dua ini yang lapaknya besar untuk foto, setelah melewati pos 2 jalur semakin kecil, jadi lahan untuk foto ramai – ramai jadi semakin sedikit.

Mulai lelahπŸ˜…

Foto diatas aku lupa udah lewat pos 3 apa belum. Jalur trek dari pos 2 ke pos 3 dan dari pos 3 ke puncak itu seperti foto diatas. Menanjak terus dan penuh debu. Thanks to Rizal yang udah bawain carier aku pas ke Prau kemaren.

Makasih Aji😊

Tukan nanjak terus kan. Miring juga kan. Ini udah lewat pos 3 dan lagi jalan ke puncak. Soalnya yang kepuncak itu emang Aji yang bawain carier aku gentian ama Rizal. Makasih Aji……

Salah satu yang menyenangkan dari Prau itu adalah kita bisa nge-camp di puncak langsung. Jadi saat sunset atau sunrise kita tinggal keluar aja dari tenda kita langsung. Gak perlu repot – repot mendaki lagi.

Menuju Sunset

SunriseπŸŒ„

Dan yaaah
Begitulah perjalanan ke Prau saat itu.
Beautiful place with beautiful frinds

Menyerah dengan Cibodas

Tidak ada komentar

Hollaa!!!

Bulan Juli kemaren tepatnya tanggal 27 dan 28 Juli 2017 menemani adek – adek PROPALA angkatan 22 yang akan melakukan pelantikan di gunung Pangrango. Sebagai pendamping, tugas aku hanyalah menemani dan mengasi pendakian mereka dan melakukan pelantikan di puncak Pangrango, jadilah aku disitu tinggal mengikuti jadwal yang sudah disiapkan oleh mereka.

Kita dijadwalkan untuk kumpul di kampus ATRO tercinta jam 4 pagi buat melakukan finishing dan cek perlengkapan sebelum mulai jalan. Selain itu pelepasan juga akan dilakukan di kampus yang dilakukan oleh Pak Fitrus dosen sekaligus senior kita.

 Pelepasan oleh Pak Fitrus

Leo – Defri yang datang buat Pelepasan
Kita berangkat dari Jakarta – Cibodas menggunakan bus Marita tujuan Cianjur. Kita berangkat dari Jakarta ( kampong rambutan) sekitar jam 8 pagi dan sampai di Cibodas jam 11.30 siang. Pada pelantikan ini ada 6 calon anggota PROPALA yang ikut pelantikan, selain itu ada BPH 2 orang, 1 orang anggota PROPALA angkatan 18 (dayen) dan 2 orang aggota PROPALA angkatan 17 (aku dan Rizal).

Pendakian untuk gunung Gede-Pangrango via cibodas sendiri bisa di bilang “agak” lumayan ribet. Sebelum pendakian kita harus mendaftar via online terlebih dahulu baru melakukan simaksi di pintuk masuk cibodas. Selain itu kita juga harus melakukan tes kesehatan di klinik kesehatan cibodas untuk mendapatkan surat keterangan sehat dengan biaya 25ribu/orang.

            Beres urusan pendaftaran kita lanjut menuju pintu masuk CIBODAS, sebelum mulai pendakian kita harus melapor di camph Cibodas dan mendaftarkan barang – barang bawaan kita. Selama pendakian kita dilarang untuk membawa GOLOK dan juga TISSUE BASAH. Beres cek – cek barang dan laporan akhirnya kita berangkat.

Calon Anggota PROPALA

Sejujurnya, cibodas adalah jalur yang amat sangat tidak ingin aku lewati. Aku gak suka jalurnya yang panjang dan batu. I’m totally hate it. Tapi karena ini tugasnya hanya mengantar mau tidak mau harus mengikuti dan nikmati apa yang ada.

❤❤
            Perjalanan di mulai dengan santai dan riang gembira karena kita emang niatannya mau menikmati aja perjalan pelantikan. Aku berjalan paling belakang bersama Rizal dan Dayen sambal cerita – cerita dan foto – foto. Karena kita jalan udah sore target kita saat itu adalah sampai di kandang badak secepat yang kami bisa. Mendaki saat malem itu agak beresiko terlebih saat itu juga hujan sudah mulai turun.

Seperti yang aku bilang diatas, aku gak suka jalur cibodas. Jalur cibodas itu ibarat berjalan terus dalam hati. Bayangkan aja jalur Cibodas itu jarak 11 kilometer untuk sampai puncak, sedangkan putri hanya 7/8 kilometer. Pas aku tau jaraknya segitu dari penjaga cibodas rasanya aku mau nangis aja.

            Seolah alam menjawab segala ketidaksukaan aku pada jalur cibodas, salah satu anggota  rombongan (Edo)  akhirnya ngedrop sesudah melewati pos batu kukus. Saat kita berhenti untuk istirahat Edo tidak sadarkan diri, dan setelah berhasil kita sadarkan Edo mengeluh sesak napas. Saat itu juga Rizal memutuskan untuk menghentikan pendakian demi keamanan bersama.

            Kekurangan dari jalur cibodas ini adalah tidak adanya tempat yang memungkinkan untuk mendirikan tenda sebelum air panas. Karen tidak adanya tempat yang memungkinkan untuk ngecamp aku memutuskan untuk meyuruh sebagian anak – anak mendirikan tenda di Shelter batu kukus dan menyiapkan air dan makanan sebagai tempat ngecamp sementara.

Edo yang sudah cukup baikan kita bawa turun kembali ke shelter agar bisa istirahat lebih baik. Setelah diberikan bantuan darurat, Edo dibiarkan istirahat ditenda sambil menunggu petugas pos cibodas datang. Oiya, setelah Edo sampai di shelter, Rizal langsung turun kembali ke pos pendaftaran untuk melapor bahwa ada anggota rombongan yang sakit.

Sekitar pukul 12 malam 2 orang petugas cibodas datang dan mengecek kondisi Edo, dan mereka menyarankan kita untuk turun saat itu juga karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan pendakian dan kondisi tempat yang tidak memungkina untuk dijakian tempat berkemah. Dan turunlah kita saat itu juga!!

            Pas turun itu rasanya kayak kesel tapi bersykur tapi yaa gimana yaaa….. Karena memang dari awal gak niat buat mendaki lewat cibodas jadi ada perasaan senengnya juga gak lanjut. Tapia da perasaan kesel karena udah jalan lumayan jauh tapi harus turun. Tapi keselamatan tetap nomor satu, jadi turun saat itu memang pilihan yang paling baik.

Dayen - RizalπŸ‘Œ

            Rasanya ini akan jadi terkahir kalinya aku naik lewat cibodas karena aku udah capek dan males kalau lewat jalur itu lagi. Panjanggggggggg banget jalurnyaaa😨😨😨😨

Ketemu Babi Hutan di Papandayan

7 komentar

Beberapa minggu yang lalu aku baru aja selesai naik ke Papandayan. Masih sama dengan tim waktu ke Guntur, kali ini kita nambah satu orang lagi yaitu Defri. Kita mutusin untuk ke Papandayan karena akses kesana yang gampang, cuma perlu 2 hari, dan yang paling penting aku belum pernah kesana😁

Sama seperti ke Guntur dulu, perjalanan ke Papandayan dilakukan dengan selow syekali. Mulai dari persiapan sampai perjalanan naik dan pulangnya kita. 

Sebelum  mulai perjalanan berdo’a untuk kelancaran dan keselamatan saat naik dan turun itu penting.

Papandayan sekarang di kelola oleh sebuah PT (gak tau nama PT-nya apa), karena itulah biaya untuk masuk dan camping di sana jadi mahal. Untuk biaya registrasinya dikenakan 65 ribu/ orang, yang menurut orang – orang mahal. Tapi menurut aku sih itu worth it sih, pengelolaan disana emang bagus, toiletnya bersih, di jalur pendakian ada tempat sampah, intinya terawat dan bersih jalurnya.


Trek awal pendakian yang bebatuan.


Trek awal yang dihadapi adalah bebatuan dan ada juga beberapa tangga. Banyak jalan yang nanjak tapi juga banyak bonus. Jalanan yang menanjak juga masih dalam kategori mudah dilewati kok.

Sebelum masuk ke hutan, istirahat dulu.


Setelah melewati bebatuan, kita bakal masuk jalan setapak dengan pepohanan yang bikin adem. Trek tetep nanjak – nanjak lucu dengan banyak bonus juga. Selain itu, banyak rest area yang disiapkan buat istirahat. Bukan cuma rest area, tapi WARUNG juga ada. Jadi gak perlu takut kelaperan di tengah jalan atau kekurangan logistik. Bahkan di camp area pondok saladah warungnya gak cuma satu.

Istirahat πŸ˜

Istirahat lagi 😁

Istirahat lagi (2) 😁

Bentar lagi nyampe camp! πŸ€—

Saat nge-camp di Pondok Salada, keberadaan babi hutan harus di waspadai terutama saat mulai sore dan malam hari. Semenjak adanya area yang kebakaran di beberap daerah di Papandayan, babi hutan saat sore dan malam hari sering terlihat di area camp untuk mencari makan. Termasuk rombongan kita juga di samperin!!😱

Fyi, babi hutannya itu BESAR BANGET dan ada TARINGNYA πŸ˜±. Tenda kita di samperin pas sore sama malem hari. Untungnya sih babinya kayak cuma lewat buat nyari makan gitu. Salahnya kita adalah makanan dan sampah kita gak kita gantungin diatas pohon, jadi mincing babi buat nyamprin deh. 

Walaupun sempet heboh karena ada babi itu, kita langsung beresin makanan dan sampah kita buat langsung di taro di atas pohon biar gak disemperin babi lagi.

Efek dikejutin babi jadi laper banget paginyaπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Foto – foto di edelweis adalah wajib


Hutan mati

Bye Papandayan!

Menginap sehari semalam di Papandayan yang sangat berkesan dan menyenangkan.

Kesimpulan:
-  Susah cari rombongan untuk sewa angkot dari terminal garut untuk ke papandayan (pengunjung berkurang semenjak biaya masuk papandayan yang mahal)
-      Banyak calo yang bikin sebel
+ Treknya gak berat dan memang cocok buat camping – camping cantic
+ Banyak rest areanya
+ Banyak warung (jadi gak perlu bawa banyak logistik, kurang tinggal beli)
+ Toilet banyak + bersih
+ Jalur pendakian yang bersih dan rapi

Buat yang cari tempat nanjak – nanjak lucu Papandayan bisa jadi pilihan πŸ‘ŒπŸ»

Pendakian Gunung Guntur

1 komentar

Pendakian ke gunung guntur yang jadi wacana dari bulan - bulan lalu akhirnya kesampaian juga. Dengan koordinasi yang mengandalkan chat di grup line, dan sekali pertemuan ecek - ecek di budhi perjalanan ini bisa di bilang SUKSES dan BERKESAN. Pendakian ke gunung guntur ini serba santai dalam artian yang sebenar - benarnya. Mulai dari packing, persiapan logistik, barang - barang yang mau di bawa, perjalanan naik, perjalanan turun bahkan pulangnya.

Rizal yang awalnya mau bareng - bareng berangkat dari Jakarta batal  dikarenakan harus ke Ciamis terlebih dahulu. Jadilah kami berempat janjian ketemu di Rizal di Garut hari sabtu.

PACKING BARANG dan BERANGKAT

H-7 pendakian : meeting point rumah rihan di ciputat, niatnya mau naik primajasa yang di pool ciputat.
H-2 pendakian : meeting point kostan fani, pasar minggu, niatnya mau naik primajasa yang di pool bkn.