Tampilkan postingan dengan label Weekly Journal. Tampilkan semua postingan

Weekly Journal 4 : Ikut Kurban 2019 Pakai Tabungan 20 Ribu

Tidak ada komentar

Salah satu keinginan aku ditahun 2019 ini adalah bisa ikut berkurban saat hari raya idul adha. Selama kurang lebih 5 tahun kerja, kayaknya aku belum pernah berkurban. Padahal akan lebih bagus kan kalau setiap tahun bisa berkurban, karena hukum dari berkurban itu adalah sunnah muaakad.


Tapi yaa namanya anak muda sukanya happy happy dan habisin duit buat jajan, jadilah dulu - dulu mana pernah kepikiran buat bener - bener siapin duit buat berkurban. Duitnya kebanyakan abis buat jajan - jajan barang yang gak jelas atau abis gak jelas aja duitnya 😁.

Padahal kalau memang udah di niatin untuk berkurban, kita secara otomatis juga akan memikirkan bagaimana caranya supaya duit kita bisa cukup untuk berkurban. Hal tersebutlah yang berusaha aku terapin suapaya keinginan berkurban tahun ini bisa terlaksana.

Di postingan terakhir Kekuatan 20 ribu periode Januari - April dimana di akhir postingan aku memang menuliskan tabungan 20 ribu periode Mei - Juli 2019 ini akan aku gunakan untuk berkurban dan "sukses dilakukan". 

Walaupun sebenernya, duit yang terkumpul dari tabungan 20 ribu itu masih kurang dari harga hewan kurban yang mau di beli. Tapi, seenggaknya dengan adanya tabungan 20 ribu ini aku berhasil kumpulin setengah harga dari harga hewan kurban tahun ini. Jadi, aku tinggal nambahin dikit dari duit aku buat nambahin beli hewan kurban.

Tabungan 20 ribu periode Mei - Juli 2019 terkumpul sebesar 920 ribu rupiah. Sementara harga sapi kurban setelah di bagi tujuh orang yaitu 1 juta 500 ribu. Berarti ada selisih kurang lebih 600 ribu yang mesti aku tambahin biar bisa ikut kurban, yang duitnya aku ambil dari gaji aku.

Oiya,

Sapi kurban aku memang harganya 1 juta 500 ribu per-orang. Harganya jauh lebih murah di banding di Jakarta karena aku kurbannya di kampung nenek aku bareng - bareng dengan keluarga aku lainnya. Harga sapi kurban yang lebih murah di kampung, alasan lainnya aku berkurban dikampung yaitu aku kurban bareng - bareng bersama keluarga. Selain ini sapi kurbannya akan diurus oleh keluarga aku dan mereka yang akan memilih dimana tempat untuk berkurbannya. Dimana biasanya nenek aku akan memilih tempat di kampungnya tempat yang membutuhkan untuk berkurban.

Jadi,

Sebenernya gak ada alasan untuk gak bisa berkurban. Harga hewan kurban itu kan bisa di prediksi dan kita bisa menyiapka diri kita dengan mulai menabung yaa minimal 3 bulan sebelum lebaran idul adha seperti aku bila kalian duitnya sering abis gak jelas untuk jajan. Kalau mau lebih ringan bisa dari setahun sebelum lebaran haji. Cara lainnya bisa juga berkurban di tempat yang harga sapinya lebih murah seperti cara aku diatas.

Dan

Sebelum tahun 2019 berlalu salah satu list aku untuk tahun 2020 adalah bisa berkurban lagi ditahun depan. Tapi masih belum tau sih mau mulai nabung dari kapan. Tabungan 20 ribu periode Agustus udah di mulai, tapi tujuan tabungan masih belum tau untuk apa. Kemungkinan  kalau tidak ada tujuan mendesak di tahun ini, tabungan itu akan aku jadikan untuk uang kurban di tahun 2020 besok.


Cheers
🌻🌻🌻


Weekly Journal 3 : Cara Mengikuti RUPS untuk Sekuritas Indopremier

3 komentar

Holla
I’m Back again
🌻🌻🌻🌻

Udah skip dua minggu gak nulis weekly jurnal karena malas tentunya. Sekarang mumpung libur long weekend dan aku memang tidak ada kegiatan apa – apa jadilah aku memaksakan diri untuk menulis weekly jurnal ini. Selain itu aku memang dari awal udah niat buat nulis tentang RUPS ini.

Jadiii….

Apa sih RUPS itu?

RUPS itu merupakan rapat umum pemegang saham. Jadi setiap tahun itu perusahaan terbuka itu selalu ngadain RUPS yang berkisar di pertengahan tahun seperti sekarang. Biasanya kalau RUPS tahunan itu gak jauh – jauh dari yang namanya pembagian dividen. Dividen adalah bagi hasil usaha yang di berikan oleh perusahaan kepada seluruh pemegang saham.

Dari awal beli saham aku memang udah niat buat ikut RUPS. Hasil pencarian di googling dari RUPS kita bisa dapat info – info penting terkait perusahaan saat RUPS berlangsung. Selain itu beberapa emiten perusahaan juga katanya suka menyediakan merchandise gitu untuk perserta RUPS. Makanya aku tertarik buat ikut RUPS.

Di forum diskusi banyak yang bilang kalau untuk undangan RUPS akan dikirimkan melalui email oleh pihak sekuritas. Baiklah. Saya pun menunggu undangan tersebut, ternyata sampai selesai tanggal RUPS saya tidak terima undangan apapun. Untungnya undangan RUPS ini bukan di Jakarta, jadi saya tidak terlalu kecewa.

Tapi untuk dua emiten lainnya saya tida boleh gagal. Jadilah saya cari tau bagaimana caranya agar bisa ikutan RUPS, apa lagi RUPS tersebut dilaksanakan di Jakarta.

Saya menggunakan sekuritas Indopremier (IPOT) jadi buat yang menggunakan sekuritas yang berbeda saya kurang tau apakah caranya sama atau tidak. Untuk bisa ikut RUPS minimal harus memiliki 1 lot (100 lembar) saham sebelum tanggal recording date.

Langkah awal untuk bisa ikut RUPS adalah kita harus tau Jadwal Pelaksanaan RUPS diadakan. Jadwal RUPS bisa di lihat di aplikasi IPOTGO – List Saham – Cari saham yang kamu mau ikuti – Lalu pilih corporate action & RUPS. Atau bisa juga melalui RTI bisnis, hanya saja di RTI bisnis ageda RUPS tidak di tuliskan disana.

Jadwal dan Agenda RUPS

Setelah itu kita harus meminta KTUR (Konfirmasi Tertulis Undangan Rapat Umum Pemegang Saham) ke pihak Indopremier melalui email support@indopremier.com dengan subjek request KTUR  dan menyebutkan nama, nomer SID, nama emiten dan tanggal RUPS. Email saya di balas 1 hari setelah saya mengirim email permohonan request KTUR. Kalau ada masalah dalam request KTUR via email bisa kontak admin IPOT di telegram, tinggal search aja di Telegram ada kok.

Nanti di email balasan Konfirmasi KTUR dari Indopremier bakal ada attachment berupa KTUR yang berisi data diri kita, jumlah saham yang kita miliki tanggal dan tempat pelaksanaan RUPS diadakan.

Email berisi KTUR

Nanti pada saat hari-H RUPS kita hanya perlu membawa KTP saja sebagai tanda pengenal untuk bisa masuk ke tempat acara.

Udah deh beres, udah siap untuk ikut RUPS.

Oiya, seperti yang aku kasih tau di atas kalau sebagian sekuritas itu ada yang otomatis mengirimkan KTUR kepada investor pemegang saham. Tapi ada juga yang seperti Indopremier yang harus request untuk bisa dapat KTUR-nya. Jadi banyak - banyak cari info tentang sekuritas yang mau kalian gunakan dan sedang kalian gunakan.

Bye
πŸ’“πŸ’“πŸ’“

Weekly Journal 2 : Gratitude Journal

Tidak ada komentar

Holla
I'm Back
🌻🌻🌻

Beberapa hari ini aku mulai lagi untuk nulis gratitude journal di buku khusus milik aku. Gratitude jurnal itu adalah catatan harian yang berisi hal – hal yang kamu syukuri dalam hidup kamu. Gratitude jurnal sebenernya bisa harian atau mingguan setau aku, tapi aku sendiri membuat gratitude jurnal setiap harinya.

Setiap malam sebelum tidur, sambil tiduran di tempat tidur aku akan memulai mengingat – ngingat setiap kegiatan yang aku alami selama seharian. Setiap ada satu momen yang aku syukuri langsung aku tulis di buku catatan dalam bentuk point – point.

Aku udah mulai nulis gratitude jurnal sejak awal Januari. Yang awalnya rasanya sulit sekarang jadi lebih mudah. Yang awalnya rajin nulis di tengah jalan jadi males lalu sekarang jadi rajin lagi. Namanya juga manusia kan yaa ada masa – masa semangat ada juga masa – masa malesnya.

Dulu awal – awal aku gak ngerasa apa – apa sih dari nulis gratitude jurnal. Tapi semakin kesini semakin terasa manfaatnya untuk aku pribadi. Manfaat yang paling terasa itu adalah aku merasa punya tujuan kegiatan di keesokan harinya. Mengusahakan supaya besok hari jadi lebih baik dari hari sebelumnya dan berusaha menambah daftar point – point hal yang aku sukuri dari hari sebelumnya.

Selain itu aku juga merasa hidup jadi lebih bahagia dan lebih mudah. Karena dalam kurang lebih 20 jam kegiatan sehari banyak hal – hal baik yang telah terjadi di dalam diri aku. Sesederhana sudah mengerjakan sholat aja itu sudah membuat aku bahagia, atau sesimple lauk dan nasi untuk bekal besok sudah siap di masak juga udah bikin bahagia. Dengan besyukur ternyata mempengaruhi hati dan pikiran aku untuk lebih mudah bahagia.

Buat yang belum pernah bikin gratitude jurnal ada baiknya kalian juga mencobanya. Siapa tau cocok dengan metode ini untuk membuat hari – hari yang kalian lewati bisa lebih mudah dan terasa bahagia πŸ˜€πŸ˜€

cheers
🍸🍸

Weekly Journal 1 : Masak Bekal Untuk Sarapan

Tidak ada komentar


Holla
I'm Back
🌻🌻🌻🌻

Di postingan kali ini aku mau cerita tentang kegiatan baru yang sering aku lakukan, yaitu masak - masak. Setelah pindah ke tempat baru dan punya kompor, masak jadi kegiatan rutin yang aku kerjakan di hari kerja. Kenapa di hari kerja? Karena aku masak untuk sarapan besok paginya di tempat kerja.

Walaupun masakan aku cuma itu - itu doang tapi dengan masak sendiri aku jadi bisa lebih puas makan karena sesuai dengan selera aku. Sebenernya kalau di pikir - pikir aku itu agak - agak susah buat makan makanan di luar kecuali fastfood. Aku gak suka daging, gak suka makan telur yang masih berasa telur (?), gak suka soto ayam yang pakai koya, gak suka bubur ayam yang pakai kuah, makanan yang umumnya orang - orang pada suka aku justru malah gak suka. 

Jadilah dengan masak sendiri walaupun dengan ala kadarnya tapi seengaknya apa yang aku masak pasti aku makan dan habiskan. Tapi kalau beli makan di warung walaupun porsinya udah setengah tetap aja gak bakalan abis.

Selain itu udah hampir sebulan ini aku ganti beras dari yang beras putih biasa ke beras merah, efek di racunin teman di tempat kerja yang nasinya dari beras merah. Setelah sebulan ini rajin makan pakai beras merah, efek buat jajan makanan - makanan lain untuk ngemil jadi berkurang lumayan drastis. Walaupun masih suka kebobolan jajan, tapi ujung - ujungnya cuma kemakan sedikit. Tapi semua butuh proses kan yaaa.

Jadi sarapannya masak apa?

Menu sarapan gampil anti gagal buatan aku :
1. Teri disambelin (ini adalah masakan tergampang dan paling anti gagal menurut aku)
2. Telur puyuh rebus terus goreng bentar terus di sambelin 
3. Sarden goreng gosong
4. Ayam goreng (mesti di ungkep dulu kalau mau enak pake bingit)
5. Telur dadar (bukan favorite jadinya jarang masak)
6. Nugget / Sosis

Biasanya itu sih lauk buat sarapan. Tinggal tambahin nasi merah deh dan beres. Aku gak masak sayur, soalnya males kalau mesti masak pagi - pagi. Apa lagi aku gak punya kulkas, jadinya sayurnya yang ada lebih banyak busuknya dari pada di masaknya. Kalau sarapan juga masih bisa minta sayurnya dari mbak ana yang memang selalu bawa sayur di bekal sarapannya πŸ˜†πŸ˜†




Bye bye
πŸ’•πŸ’•