Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Dokter Obgyn Pekanbaru dr. Ruza Prima Rustam

Tidak ada komentar
Sudah lewat 2 tahun tapi aku baru ingat untuk nulis tentang dokter Ruza Prima Rustam dokter obgyn (kandungan) aku yang membantu proses lahiran Kai sewaktu di Pekanbaru. Dokter ini merupakan dokter yang disarankan oleh ibu aku yang kebetulan kerja di rumah sakit dan menurut beliau aku lebih baik ke dokter Ruza saja untuk kontrol dan juga melahirkan.

Walaupun awalnya tidak berniat ke dokter Ruza, tapi dari pada ribet kena omelan ibuku πŸ˜‚πŸ˜‚ jadi mari kita turuti saja. Kalau nanti saat kontrol tidak cocok barulah cari dokter yang lain. Begitu rencanaku awalnya. 

Aku kontrol di praktek pribadi milik dokter Ruza di jalan Sisingamangaraja No.93, Pekanbaru. Tempatnya di pinggir jalan raya, di depan kliniknya ada kafe dan disampingnya ada restoran pempek yang bisa dijadikan tempat untuk keluarga menunggu sambil makan sekalian numpang parkirπŸ˜‚πŸ˜‚ 

Dokter Ruza walaupun sudah termasuk dokter senior, tetapi beliau tetap terlihat bersemangat dan energik. Suara beliau juga sangat jelas dan tegas tapi tetap terdengar ramah saat menjelaskan. Aku sendiri gak begitu tau bagaiman muka beliau, karena disaat aku kontrol beliau menggunakan APD lengkap sehingga mukanya tidak kelihatan. 

Tempat praktek dokter Ruza kalau menurut aku bisa dibilang nyaman. Ruangan pemeriksaannya luas, terang dan adem. Saat masuk ke ruang pemeriksaannya lebih berasa kayak di kantor - kantor mewah gitu menurut aku.

Kontrol dengan biaya kurang dari 300 ribu (aku lupa harga pastinya) pemeriksaan dengan dokter Ruza sudah dengan menggunakan USG yang 3D dan kita bisa mendapatkan 1 lembar hasil print USG. Aku juga dijelaskan dengan lengkap mengenai air ketuban, posisi janin sampai ukuran janin. Saat usg kemaren juga sampai dicarikan muka Kai supaya bisa di cetak di USG.

Salah satu hal yang aku suka dengan dokter Ruza adalah bahwa beliau menerima keinginan aku untuk tidak mau induksi karena aku sama sekali tidak ada kontraksi disaat usia kandungan sudah 40 minggu. Sedari awal aku hamil aku memang tidak berkeinginan untuk melakukan induksi bila akan melahirkan, dan akan lebih memilih sesar. Aku tau toleransi sakit aku tidak besar jadi pilihan sesar saat itu adalah yang terbaik menurut aku dan untungnya disetujui oleh beliau.

Dokter Ruza bahkan membantu mengarahkan untuk aku bisa sesar di rumah sakit tempat beliau berparaktek juga. Untuk pemilihan rumah sakit sendiri, aku memang memilih di Rumah Sakit Zainab yang memang beliau juga praktek disana. Sehingga semua proses persalinan jadi lebih mudah.

Hal yang paling penting dari hasil sesar dengan dokter Ruza selain Kai lahir sehat dan aku juga selamat adalah hasil jahitan sesar aku yang rapi tanpa keloid dan hingga saat ini tidak pernah ada keluhan. Untuk keloid memang sangat bergantung dari tipe kulit seseorang sih, tapi aku untungnya tidak ada keloid. Aku juga tidak pernah merasakan nyeri di bekas jahitan sesar aku setelah jahitan aku kering.  Aku banyak mendapat cerita bahwa ada orang - orang yang masih merasakan nyeri di bekas sesar mereka meski sudah lewat bertahun - tahun. Diaku hal itu sama sekali tidak pernah aku rasakan.

Jadi, aku sangat berterima kasih kepada dokter Ruza yang sudah membantu proses persalinan aku 2 tahun lalu πŸ’“ Buat ibu - ibu atau calon ibu yang sedang mencari dokter kandungan di Pekanbaru bisa mencoba ke dokter Ruza. Menurutku beliau sangat rekomendedπŸ‘

Beliau praktek di :
RSUD Arifin Achmad
RSIA Zainab
dan Praktek mandiri di Jalan Sisingamangaraja No. 93, Pekanbaru. (0812 7523 651)

Tambahan informasi : dokter Ruza ini salah satu staff dosen pengajar di UNRI lo (ilmunya berarti oke)
 

Rawat Inap dengan BPJS di Hermina Ciledug

Tidak ada komentar
Bulan Oktober ini Kai sakit sehingga harus di rawat di rumah sakit Hermina Ciledug. Awal-nya kita memang bukan berobat di sana, tetapi karena rumah sakit tempat aku periksa Kai ruangan rawat inap anaknya full jadilah kita disarankan untuk pindah ke rumah sakit lain dimana dokter Kai juga praktek disana.

Awalnya Kai masuk UGD rumah sakit Hermina dengan beberapa diagnosa yang mengharuskan Kai untuk di rawat inap. Proses dari pendaftaran hingga Kai masuk kerawat inap itu kurang lebih kita harus menunggu 4 jam. Kita sampai di UGD jam 8 dan sekitar jam 11 kurang kita baru masuk ruang perawatan. Lamanya proses saat itu, dikarenakan kita harus menunggu ruangan rawat inap untuk kosong, baru kita bisa masuk.

Baca juga : Pengalaman Rawat Inap Dengan BPJS di Sari Asih Ciledug

Oiya, sebelum mendapatkan perawatan di UGD kami harus menuggu kurang lebih 2 jam untuk Kai bisa mendapat perawatan. Hal ini terjadi karena kondisi UGD saat itu juga sudah full, jadi kami harus menunggu dulu di luar. Kondisi ini juga sudah dijelaskan diawal, sebelum kami mendaftar dan kami juga tidak masalah untuk menunggu, karena kondisi Kai yang memang tidak urgent disana.

Saat akhirnya mendapatkan perawatan di UGD kita juga sudah dijelaskan bahwa kondisi ruangan rawat sedang penuh, dan belum pasti kapan kita akan dipindahkan ke ruangan. Selain itu resiko - resiko yang mungkin terjadi selama kami menunggu di UGD dan juga peraturan - peraturan selama rawat inap juga dijelaskan oleh perawat yang bertugas.

Ruangan Rawat Inap Hermina Ciledug

Hermina CIledug
Masuk Rawat Inap Langsung di Nebu

Kai yang harusnya dapat rawat inap kelas I kemaren mendapatkan rungan rawat inap kelas II yang berisi 4 pasien dalam satu ruangan karena ruangan yang tersedia memang hanya itu. Saat kami masuk sudah ada 2 pasien yang terlebih dahulu ada disana. 

Kondisi ruangan standar seperti ruangan rawat inap pada umumnya. Terdapat 1 bed pasien, meja untuk barang 1 kursi untuk pendamping. Di dalam ruangan juga tersedia 1 wastafel kecil dan juga kamar mandi bersama yang di lengkapi closet duduk dan juga shower. Kondisi kamar mandi juga bersih dan kering. Petugas kebersihannya juga rajin membersihkan ruangan 2 kali sehari.

Untuk tempat Kai sendiri memang lebih kecil dibandingkan 3 tempat pasien lainnya. Hal ini karena tempat Kai harus dimepetin untuk akses jalan ke toilet. Sehingga untuk area untuk sholat bila ingin sholat menjadi sempit sekali.

Makanan di Hermina Ciledug

Pasien mendapatkan jatah makan 3 kali sehari dan 2 botol air mineral di setiap pagi. Selama 3 hari dirawat setiap pagi menu sarapan Kai selalu bubur ayam, dan rasanya cukup enak. Sementara untuk siang dan malam selalu berganti - ganti menu dan lengkap dengan buah. Rasa makanannya juga enak.

Tempat makan yang digunakan juga bagus. Seperti kotak - kotak makan yang jepang gitu. Sayangnya alat makan yang diberikan berupa sendok plastik bukan besi.

Pelayanan Nakes Hermina Ciledug

Kalau untuk pelayanan perawat aku merasa so so aja. Ada perawat yang memang ramah ada perawat yang hmmmm dibilang gak ramah juga enggak tapi gak ramah juga (?) tapi gak masalah sih. Selebihnya untuk nakes lainnya cukup oke.

Oiya, buat yang memerlukan surat keterangan sakit/rawat inap kemaren aku butuh waktu sekitar 3 hari untuk dikirim. Padahal setelah bertemu perawat untuk pulang, kita sudah meminta surat tersebut tapi surat baru bisa di dapatkan H-1 karena harus dibuat terlebih dahulu bisa diambil langsung atau dikirm via email. Kai keluar Sabtu sore sampai selasa suratnya tidak dikirim juga di email. Akhirnya kami harus japri lagi ke CS Hermina untuk meminta surat tersebut, dan tidak lama setelahnya suratnya kami terima via WA.

Intinya selama kemaren menemani Kai dirawat di Hermina Ciledug aku cukup puas dengan pelayanan yang ada disana. Tidak ada kekurangan yang berarti dari pelayanan yang ada disana. Bisa dijadikan pertimbangan untuk jadi tempat pilihan bila ingin berobat 😁

Konsul Tumbuh Kembang ke dr. Bernie Endyarnie, Sp.A

Tidak ada komentar

Alasan ke Dokter Bernie Endyarnie, Sp.A

dr. Bernie Endyarnie, Sp.A ini adalah seorang dokter anak konsultan tumbuh kembang anak. Beliau berpraktek di klinik Brwijaya Kemang. Awal mula konsul ke dokter Bernie adalah karena Kai di diagnosa ASD oleh dokter anak dimana Kai biasa vaksin sekaligus kontrol pertumbuhannya.

Kai di diagnosa ASD saat berusia 18 bulan. Pada saat usia itu Kai belum mengucapkan kata mama papa yang harusnya sudah bisa diucapkan oleh bayi usia 18 bulan. Selain itu, disaat konsul tersebut saya juga mengisi kuesioner untuk menilai tumbuh kembang Kai. Hasil kuesioner tersebut memberikan kesimpulan bahwa Kai "kemungkinan ASD atau autism spectrum disorder".

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan arahan oleh dokter Kai tersebut, kita disarankan untuk konsul ke dokter anak  konsultan tumbuh kembang. Ada beberapa dokter yang direkomendasikan oleh dokter Kai saat itu, salah satunya adalah dokter Bernie Endyarnie, Sp.A.

Kekurangan Konsul dengan dr. Bernie Endyarnie, Sp.A

Kekurangan untuk konsul dengan dokter Bernie Endyarnie, Sp.A. adalah antrian untuk bisa konsul dengan beliau itu cukup lama. Perlu menunggu kurang lebih hampir 2 bulan untuk bisa konsul dengan dokter Bernie. Saat saya melakukan perjanjian, jadwal dokter Bernie saat itu memang sudah banyakan full, dan saat ada slot kosong jadwal saya dan ayah Kai yang tidak memungkinkan.

Kami memang niatnya konsul dengan dokter Bernie, sehingga kami tidak masalah untuk menunggu 2 bulan untuk bisa konsul. Selain itu, selama menunggu jadwal konsul dengan dokter Bernie kami juga konsul dengan psikolog anak yang ada di daycare Kai mengenai diagnosa ASD Kai.

Kelebihan Konsul dengan dr. Bernie Endyarni, Sp.A

dr. Bernie Endyarni saat konsultasi sangat tenang dan ramah. Konsultasi dilakukan di sebuah ruangan yang seperti ruangan bermain. Saat itu kita ditanyakan beberapa hal dan dokter juga memberikan beberapa instruksi kepada anak melalui orang tua. Dokter Bernie Endyarni mendengarkan dengan baik bagaimana kami bercerita, dan hal - hal yang menjadi pertanyaan kami mengenai diagnosa Kai. 

Hasil konsultasi saat itu Kai diminta untuk distimulasi dirumah. Tumbuh kembang Kai dipantau hingga usia 24 bulan, dimana pada usia 24 bulan kai sudah bisa menyambung 2 kata. Point perhatian dari dokter saat itu adalah Kai berjalan terkadang masih jinjit. Paling penting dari hasil konsul dengan dokter Bernie adah Kai tidak ASD, yang tentu saja membuat saya dan ayah Kai sangat bersyukur.

Banyak hal yang sebenarnya yang ingin saya diskusikan dengan dokter Bernie, tetapi kondisi saat itu tidak memungkinkan karena Kai yang sudah mulai rewel. Dia tidak nyaman di ruangan dokter tersebut dan juga sepertinya mengantuk dan lelah.

Biaya Konsul dengan dr. Bernie Endyarni, Sp.A

Jadi, buat orang tua yang sedang mencari dokter tumbuh kembang anak di Jakarta khususnya daerah Jakarta Selatan, mungkin bisa mencoba ke dokter Bernie. Biayanya sendiri saat itu 650.000 rupiah untuk konsul dan administrasi.

Berobat Gigi dengan BPJS di Faskes 1

Tidak ada komentar


Hai hai
Salah satu pelayanan kesehatan yang mahal untuk aku itu adalah dokter gigi. Untuk cabut gigi 1 aja aku pernah bayar 1 juta lebih😭😭 buat nambel gigi berlubang mungkin 500 an satu gigi saat itu.

Karena gak mau boncos lagi, jadilah aku mutusin untuk berobat ke dokter gigi dengan menggunakan BPJS. Kebetulan, ini kali ke 2 aku ke dokter gigi di faskes aku saat ini. Jadi, di pengobatan yang saat ini lebih sat set lagi.

Kekurangan faskes tingkat 1 yang aku gunakan adalah untuk ke dokter gigi, kita harus melakukan penjadwalan yang nunggunya kurang lebih 1 bulan dikarenakan dokter gigi hanya ada 3x dalam semingggu.Oleh karena itu, pas sudah ada tanda - tanda kerusakan gigi, aku langsung meminta untuk dibuatkan jadwal ke dokter gigi di faskes 1 aku yaitu Klinik Mitra Afia.

Dokter gigi di Klinik Mitra Afia sangat ramah, dokternya menjelaskan dengan sangat baik mengenai kondisi gigi aku setelah pemeriksaan. Oleh dokter, aku diminta untuk melakukan pemeriksaan foto gigi periapikal atau panoramic untuk mengetahui apakah perawatan bisa dilakukan disana atau harus dirujuk ke rs yang lebih besar.

Sayangnya untuk pemerikaaan foto gigi maupun panoramic kita harus bayar sendiri di klinik lain karena tidak ada alat pemeriksaannya di klinik tersebut. Dokter menginfokan biayanya berkisar 200 - 250 ribu rupiah di salah satu klinik swasta yang cukup terkenal. 

Setelah itu aku dapat form pengantar untuk pemeriksaan panorami, lalu saya tinggal minta penjadwalan untuk kontrol lagi di pendaftaran. 

Untuk jadwal kontrol akan di selipin di hari ada pasien penjadwalan gigi yang batal. Jadi, setelah ada foto panomic aku menghubungi Klinik Mitra Afia untuk di jadwalkan kontrol gigi lagi.

Senin setelah selesai panoramic aku langsung menghubungi Klinik Mitra Afia untuk di buatkan jadwal kontrol. Untungnya, hari itu ada pasien gigi yang batal, sehingga aku langsung dapat slot Senin itu juga.

Setelah melihat hasil ronsen panoramic yang aku bawa, ternyata aku harus di rujuk ke dokter spesialis konservasi gigi karena harus perawatan syaraf gigi. Sehingga, perawatan aku selanjutnya akan dilakukan di rs rujukan dari Klinik Mitra Afia.

Saat kontrol aku tidak diberikan tindakan apapun. Aku hanya di jelaskan mengenai kondisi gigi aku saat itu, dan mengapa aku harus dirujuk.

Selesai konsul dengan dokter gigi, aku langsung ke bagian pendaftran kembali untuk dibuatkan rujukan ke rs yang bisa melakukan perawatan gigi dimana akhirnya aku memilih untuk melanjutkan pengobatan gigi ke RSUD Kramat Jati.

Semoga di RSUD Kramatjati pengobatan gigi aku bisa selesai.

KAI FLU SINGAPUR

Tidak ada komentar

Belakangan ini penyakit flu Singapura kembali banyak kembali. Beberapa kali aku melihat himbauan mengenai flu Singapura ini di media sosial. Sempat sedikit kawatir karena penyakit ini menyerang anak - anak walaupun dewasa juga bisa meski jarang terjadi. 

Gak pernah kepikiran dan kebayang kalau Kai malah kena flu Singapur ini. Walaupun, saat Kai terkonfirmasi flu Singapur pun aku sendiri gak kaget dan aneh. Kai selama Senin - Jumat dari pagi sampai sore berada di penitipan anak, dan jumlah anak disana lumayan banyak. Jadi, gak terlalu aneh kalau Kai bisa terkena flu Singapur.

Kai ketahuan flu Singapur saat kita konsul ke dokter anak saat akan melakukan vaksin campak. Aku memberitahu dokter, kalau ada bercak - bercak merah di bawah dagu dan di kaki Kai. Saat dokter memeriksa kaki, tangan dan mulut Kai dokter langsung memberitahu kalau Kai terkena flu Singapur.

Dikaki kiri Kai memang ada bercak sebanyak 3 buah tiga hari sebelum Kai demam. Sempet mikir apa itu flu singapur ya? Tapi karena pas cek cuma tiga dan hanya di kaki dan bercaknya juga tidak seperti yang di share di media sosial jadilah kemungkinan flu Singapur langsung aku skip.

Dua hari sebelum ke dokter Kai lalu  demam 2 hari di suhu 37,9 derajat dan juga rewel. Cek - cek badanya ada bercak merah dibawah bibir, yang dia pulang dari daycare memang sudah ada bercak merahnya. Di bagian pantatnya juga ada ruam - ruam merah, seperti ruam popok. Lagi - lagi tidak berfikir kalau itu flu Singapur. Mikirnya malah Kai rewel dan demam karena mau tumbuh gigi.

Di hari Kamisnya di kabarin oleh daycare Kai kalau ada bintik besar di kaki kanan Kai dan juga ada bintik - bintik putih di dalam rongga mulut Kai. Kai diminta diperiksakan ke dokter untuk memastikan keadaannya. Di hari itu juga saat ganti pampers Kai ruam merah di area pantat Kai juga semakin banyak.
Saat di kabarin oleh daycare Kai aku sudah sempat curiga Kai terkena flu Singapur walaupun gak yakin. Ruam - ruam merah yang dialami Kai tidak seperah seperti yang ada di sosial media yang memang banyak di kaki dan tangan hampir seperti cacar air.

Walaupun menular untungnya penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya. Oleh dokter, Kai diresepkan parasetamol untuk demam dan untuk menghilangkan nyeri akibat ruam. Selain itu juga Kai diresepkan obat jamur untuk mulut dan suplemen makanan.

Orang tua diminta waspadai kalau anak tidak mau makan dan menyusu. Terlihat lemas dan kekurangan cairan. Bila itu terjadi, anak sudah harus dibawa ke UGD untuk perawatan lebih lanjut.

Untuk vaksin akhirnya di tunda dan Kai harus sembuh dulu dari sakitnya baru bisa vaksin. Disarankan juga harus menunggu 2 minggu setelah sembuh baru kemudian melakukan vaksin campak. 

UPDATE 28 MEI 2022

Kai hari ini kontrol ke dokter untuk memastikan Kai sudah sehat dan mendapatkan surat sehat supaya bisa masuk kembali ke daycare. Hasil pemeriksaan Kai sudah sehat dari flu singapur.

Selain untuk dapat surat sehat sekalian juga memastikan kondisi Kai yang saat terkena flu singapore juga mengalami perbedaan pada saat pup dan juga ada benjolan di leher Kai. Saat Kai terkena flu Singapur hingga saat ini pup Kai jadi lebih encer dan sering. Seperti lagi diare. 

Dokter menjelaskan saat anak terkena HFMD (hand foot mouth dieases) aka flu Singapur terjadi gangguan penyerapan pada saluran cerna anak sehingga pup anak memang menjadi lebih cair. Tapi akan membaik dengan sendirinya. Begitu juga pada benjolan di leher Kai merupakan pembesaran kelenjar getah bening yang memang menjadi membesar saat anak sakit. Seiring waktu nanti akan mengecil sendiri.

Sekian cerita sakit Kai kali ini.
ByeπŸ‘‹πŸ‘‹

Pengalaman Cabut Gigi di OMDC Mampang

Tidak ada komentar
Hai hai

Hari ini mau cerita tentang pengalaman aku yang baru - baru aja cabut gigi geraham di OMDC mampang. Sebagai orang yang takut dengan tindakan medis dan aku sendiri memang punya pengalaman tidak menyenangkan dengan dokter gigi, berobat ke dokter gigi kalau bisa aku hindari.

Tapi, berhubung dari hari Minggu kemarin gigi geraham aku yang bolong itu mulai nyeri dan sampai hari Senin tidak hilang sakitnya jadi mari kita ke dokter gigi biar gak gampang senggol bacok karena sakit gigi.

Gigi geraham aku yang ini memang udah seharusnya di cabut. Dia udah pernah bolong dan di tambal, tapi tambalannya udah copot. Cek ke dokter gigi ternyata udah harus di cabut tidak bisa di pertahankan lagi. Tapi, waktu itu aku masih belum berani cabut gigi. Aku takut di suntik dan sakit pas di cabut. Apa lagi saat itu belum ada keluhan yang gimana - gimana.

Minggu nyeri di gigi terasa. Senin juga masih terasa. Cusss lah langsung bikin reservasi ke OMDC untuk pencabutan gigi. Senin sore saat aku reservasi via WA ternyata masih bisa, tapi aku lebih milih untuk di cabut hari Selasa aja biar ke OMDC-nya dari tempat kerja aja biar tidak terlalu jauh.

Sampai saat aku cabut gigi kemaren di OMDC masih menerapkan protokol kesehatan untuk pemeriksaan gigi disana. Saat registrasi masih mendapatkan APD (biaya 95 ribu) dan harus swab antigen yang gratis untuk pasien OMDC yang mau melakukan pemeriksaan.

APD nya gemoy pink gonjreng😍

Aku dapat jadwal jam 11 siang, tapi baru di panggil untuk ketemu dokter sekitar jam 12 kurang. Selain menunggu hasil antigen sekitar 15 menit, pasien yang sebelum aku juga memang belum selesai.

Dokter gigi yang periksa aku kemaren adalah dokter Vandra Setiawan, dokter yang dulu juga periksa gigi dan yang nambal gigi aku. Dokternya ramah dan menenangkan sekali. 

Sebelum diperiksa, aku sudah bilang kalau aku takut dan gak berani, dan untungnya dokter Vandra dan perawat yang mendampingi sabar sekali. Aku diarahkan untuk tidur di kursi pemeriksaan dan diminta untuk memejamkan mata saat itu karena aku sempat panik pas liat suntikan untuk di bius.

Dan!

Senangnya saat di suntik bius itu tidak terasa sakit seperti kita di suntik biasa itu. Jarum yang digunakan memang kecil, dan obatnya disuntikan dengan cara dicetek - cetek gitu. Sepertinya ada lebih dari 5 titik yang disuntik. Selain itu kebas yang dirasakan itu tidak terlalu berlebihan. Dulu, waktu aku pernah cabut gigi yang juga disuntik bius, kebasnya itu yang kayak benar - benar bibir terasa dower seluruhnya. Kemaren itu berbeda, hanya sebagian bibir bawah saja yang terasa kebas.

Saat proses pencabutan gigi juga tidak terasa sakit sama sekali. Memang sempat berasa tapi bukan sakit. Dokter Vandra juga memastikan bahwa yang aku rasakan juga bukan sakit. Prosesnya kemaren juga tidak terlalu lama. Gigi selesai di cabut lalu luka bekas cabutan di berikan kasa steril yang sudah diberi betadine untuk digigit di bekas luka.

Selesai pemeriksaan aku mendapatkan obat pereda nyeri asam efenamat, antibiotik yang harus dihabiskan kassa steril untuk digigit di bekas luka berserta tata cara perawatan selesai pencabutan gigi. 

Untuk obat pereda nyeri, aku minum sekali sekitar jam 1 siang karena takut merasa sakit. Sampai obat biusnya hilang tidak ada rasa sakit sama sekali. Hanya aja darah yang keluar cukup banyak, jadinya mulut berasa tidak nyaman. 

Bahkan sampai hari ini (Rabu, 18 Mei 2022) tidak ada terasa sakit sama sekali. Hanya terasa sedikit bengkak di pipi tempat gigi dicabut. Selain itu juga memang terasa agak tidak nyaman di area bekas gigi yang dicabut, tapi bukan sakit. Kayak pengen di usel - usel bekas luka disana karena kayak aneh gitu disana. Tapi, karena aku takut tentu saja aku tidak berani sentuh - sentuh area sana dengan lidah aku.

Darah tempat gigi yang dicabut pagi tadi pas aku sikat gigi sudah tidak mengeluarkan darah sama sekali. Padahal malam sebelumnya masih keluar sedikit saat aku selesai kumur - kumur sikat gigi malam.

Selesai cabut gigi kemaren, aku baru berani makan jam 5 sore karena menunggu darahnya agak berkurang. Walaupun gak kurang - kurang sih kayaknya. Tapi, pas di pakai makan justru darahnya malah gak keluar kayaknya, karena aku makan seperti biasa dan gak ada rasa kayak darah - darahnya gitu.

I'm so happy!

Gigi sudah tidak bermasalah lagi.
Dan cabut giginya tidak sakit sama sekali.
Walaupun pas bayarnya bikin sakit.

Total biaya yang aku habiskan yaitu Rp.934.000 dengan rincian ;
- Adm. Pasien lama Rp.40.000
-APD Rp.95.000
- Cabut gigi emergency Rp.699.000
- Asam mefenamat Rp.50.000
- Amoxycillin Rp.50.000



Akhirnya Pasang IUD Juga

Tidak ada komentar
irrya IUD


13 Desember 2021

Setelah tertunda hampir 3 bulan akhinya tanggal 13 Desember 2021 aku berhasil pasang IUD juga. Sebuah pencapaian besar buat aku yang takut dengan tindakan medis. Disuntik aja takut, lah ini pasang IUD lebih takut lagi sebenarnya😟

Takut pasang IUD
tapi 
Aku lebih takut lagi tambah anak dalam waktu dekat ini.

Sampai sekarang anak aku sekarang 4 bulan, aku tidak memiliki kesanggupan baik fisik, mental maupun finansial kalau tiba - tiba ada anak lagi. Jadi, menggunakan kontrasepsi wajib untuk bisa menunda kehadiran anak.

Kenapa IUD??

Jauh sebelum punya anak aku sudah mencari tau tentang jenis - jenis kontrasepsi yang ada. Dari semua pilihan yang ada, menggunakan IUD adalah yang kontrasepsi yang paling cocok untuk aku. Sekali pemasangan untuk keamanan selama 5 tahun 😁 Kegagalan dari penggunaan IUD itu < 1 % dan tidak perlu perawatan khusus. Cukup datang ke dokter / bidan untuk pasang IUD dan beres deh.

Tapi memang buat orang - orang yang takut dengan tindakan medis, memutuskan untuk memasang IUD itu pasti tidak mudah, karena saat pemasangan IUD vagina kita akan dibuka dengan menggunakan cocor bebek. Membayangkannya aja sekarang aku masih mules loh πŸ˜‚ Padahal saat pemasangan IUD juga sebenarnya gak sakit kok kalau gak tegang dan takut.

Kunci sukses aku berhasil pasang IUD adalah percaya dengan dokter yang aku pilih untuk memasang IUD dan tidak menunda - nunda pemasangan IUD. Kalau kita percaya dan yakin dengan dokter yang sudah kita pilih, semua akan terasa lebih mudah.

Dokter yang memasangkan IUD aku adalah dr. Dewi Saraswati Gaduh, SPOG di rumah sakit Hermina Jatinegara. Aku memilih dokter Dewi karena kakak aku sebelumnya pasang IUD juga dengan beliau, dan hasil dari testimoni kakak aku pasang IUD dengan beliau tidak sakit. Selain itu, rumah sakit Hermina Jatinegara juga dekat dengan tempat kerja aku. Jadi, cuss lah pasang IUD disana pas di hari kedua menstruasi.

Testimoni dari kakak aku sungguh tidak salah. Sungguh mantap sekali dokter Dewi ini, beliau sangat ramah dan juga menenangkan aku yang saat itu berkata dengan jujur kalau aku sebenarnya takut. Beliau tidak memaksakan untuk pasang IUD malah menyarankan untuk memakai pil KB atau sistem kalender. Tapi, pasiennya ini tetap kekeh mau pasang IUD aja.

Bahkan saat aku bertanya sakit atau tidak dokternya mengatakan kalau dia pasti akan berhenti kalau  pasiennya kesakitan. Dia gak mau kalau pasiennya merasa sakit. Dan itu beneran loh, saat itu aku merasa sedikit sakit karena aku memang tegang, dokternya langsung berhenti saat aku bilang sakit. Dan yang aku suka, dokter ama perawatnya gak ada tu yang bilang mesti tenang, jangan tegang gitu - gitu. Dokternya malah suruh perawatnya untuk cari alat yang lebih kecil dari yang saat itu digunakan karena aku tegang. Karena aku berusaha untuk mencoba tenang, dan pemasangan IUD berhasil. 

Pemasangan IUD gak lama ternyata. Mungkin kalau dari awal aku gak tegang bakal lebih cepat proses pemasangannya dan aku gak bakal merasa sakit. Setelah aku mencoba untuk tenang, aku gak merasa sakit saat dokter melakukan tindakan.

Oiya, setelah pemasangan IUD selesai akan dilanjutkan dengan pemeriksaan USG transvaginal yaaa untuk melihat posisi IUD-nya. Jadi, jangan kaget yaaa kayak aku, karena aku pikir bakal di USG di perut seperti USG kandungan 😁

Jadilah, sekarang aku sudah menggunakan IUD untuk jangka waktu 5 tahun. Aku diminta kontrol 3 bulan lagi sama dokternya. Tapi gak sama dia juga gak papa kata dokternya, karena beliau tau aku kerja di RS juga, jadi kalau mau cek RS tempat aku kerja juga tidak masalah.


Untuk biaya pemasangan disana aku total kena sekitar 780 ribu-an kayaknya, aku lupa harga pastinya, yang jelas gak sampai 800 ribu. Itu semua sudah termasuk pendaftaran rs, tindakan, dan obat. 

Buat yang mau pasang IUD tapi masih takut semoga bisa segera mendapatkan keberanian yaa.
Buat yang cari dokter oke buat pasang IUD bisa coba ke dokter Dewi Saraswati Gaduh di Hermina Jatinegara πŸ’•πŸ’•

See you

Pengalaman Rawat Inap Dengan BPJS di Sari Asih Ciledug

7 komentar
Holla

I'm back againπŸ’•πŸ’•

Pengalaman Rawat Inap


Beberapa hari yang lalu, di twitter sempat ramai tentang seseorang yang isi twit-annya itu kurang lebih mengatakan kalau BPJS itu sucks dan sebagainya. Aku gak inget persis sih isinya gimana, lagian juga isi twitnya juga udah di hapus ama orangnya. Cuma efeknya dari cuitan mbaknya itu memicu banyak reaksi dari berbagai kalangan pengguna BPJS kesehatan. Baik itu mereka yang merasa terbantu dengan BPJS atau juga ada sebagian yang kurang lebih memang ada kritikan terhadap pelaksanaan BPJS.

Aku sendiri juga pengguna BPJS kesehatan dari lama bahkan dari namanya masih ASKES aku udah pakai karena ibu aku PNS jadi otomatis aku jadi tanggungan ibu aku. Sampai sekarang setelah bekerja aku tetap sebagai peserta aktif dari BPJS kesehatan.

Dan baru - baru ini aku menggunakan BPJS kesehatan aku saat aku harus menjalani rawat inap di RS Sari Asih Ciledug. Alasan lengkap kenapanya aku harus di rawat bisa di baca di postingan ini: 


Proses pengurusan rawat inap di Sari Asih menurut aku gak ribet yaa. Pertama kali setelah selesai konsul dengan dokter, aku di arahkan untuk melakukan swab antigen, yang waktu itu hasilnya kurang lebih jam 1 jam-anlah. Saat kontrol itu, aku memang datang sendiri awalnya ke RS karena mikirnya cuma kontrol biasa, jadi aku baru menghubungi suami saat hasil swab antigen aku.

Sebelum aku bisa menggunakan BPJS untuk rawat inap, karena saat kontrol di Poli aku menggunakan pembayaran secara umum, segala pembayaran saat kontrol di poli harus di bereskan terlebih dahulu baru kemudian mendaftar rawat inap dengan menggunakan BPJS. Tapi, tenang aja semua itu bakal di jelaskan dengan sejelas - jelasnya kok alurnya oleh perawat. Bahkan, saat suami aku datang untuk urus itu semua, penjelasan itu di ulang lagi ke suami karena memang suami yang urus semua proses administrasinya.

Persyaratan administrasi yang perlu disiapkan yaitu foto kopi KTP, foto kopi KK, dan foto kopi kartu BPJS. Lebih baik siapkan lebih dari 3 lembar sih menurut aku, siap tau nanti - nanti di butuhin lagi. Untuk keadaan darurat seperti aku yang tiba - tiba harus di rawat inap perlu bagi kita untuk punya soft file KTP, KK, dan BPJS di hp, jadi saat butuh kita bisa langsung cetak saja.

Saat suami mengurus administrasi dan obat - obatan yang di resepkan oleh dokter aku udah di masuk ke ruangan rawat inap duluan dan di pasang infusan. Untuk kamar sendiri aku dapatkan kamar yang kelas III dikarenakan ruangan saat itu full, sementara BPJS aku sendiri itu kelas satu. Bahkan, ruangan tempat aku aja sisa satu bed yang akhirnya aku isi. 

Hal yang agak kurang selama di rawat di Sari asih selama 3 hari dua malam yaitu dokternya baru visit malam. Karena yaa kan di rawat itu kan gak enak yaaa, jadinya momen visit dokter itu kemaren benar - benar aku tungguin biar dapat acc pulang karena yaa keluhan kan udah gak ada lagi yaa. Dan, di tunggu - tunggu nih dokternya jam 9 malam baru visit. Dan, instruksinya baru boleh pulang kalau BAB yang jadilah nambah lagi sehari baru bisa pulang.

Selain itu disana gak ada fasilitas wifi, sementara sinyal telkomsel di ruangan rawat inap aku itu suka lemot gitu. Jadinya yaa gak ada hiburannya kan. Trus juga karena ruangan aku itu ruangan kebidanan dan isi ruangan aku itu ada 6 bed jadilah suara - suara yang di hasilkan lumayan mungkin mengganggu untuk sebagian orang. Seperti suara tangisan bayi, atau suara ngorok orang dari bed yang lain, suara keluar masuk pasien atau keluarga pasien tentu akan lebih sering terdengar karena isinya memang banyak kan. 

Walaupun di ruangan kelas III tapi pelayanan yang di berikan bagus banget. Perawat yang bertugas juga ramah banget. Setiap pagi dilakukan doa bersama dan belajar cuci tangan bersama. Setiap pergantian shift selalu dilakukan pengecekan tensi, cek denyut jantung bayi, ditanyakan apakah keluhan kita membaik atau ada keluhan lain dan juga selalu menyemangati pasiennya. 

Selama rawat inap aku gak keluar biaya sama sekali, kecuali bayar untuk obat - obatan yang di resepkan oleh dokter saat kontrol di poli. Sisanya aku free.

Untuk proses pulang juga gak ribet, tapi sepertinya pasien baru boleh pulang jam 10 pagi. Karena aku walaupun udah rapi dari jam 7 an pagi, obat pulang juga udah di kasih, surat kontrol juga udah di kasih, tapi infusan itu baru di lepas di jam 10. Jadi aku baru bisa pulang jam 10, dan itu gak ada administrasi yang mesti di urus. Tinggal langsung pulang aja. Bahkan, sorenya aku dapat wa kalau aku udah terdaftar untuk kontrol sesuai dengan tanggal surat kontrol aku.

Mungkin untuk sebagian orang, penggunaan BPJS akan sedikit rumit. Terlebih beda rumah sakit mungkin prosedurnya bisa jadi mungkin juga berbeda. Tapi, bagi aku yang tidak punya asuransi kesehatan selain BPJS penggunaan BPJS ini tentu sangat berguna. Lumayan loh duitnya buat dipake jajan makanan selama di rawatπŸ˜ƒπŸ˜ƒ

Hamil 23 Minggu dan Abortus Imminens

Tidak ada komentar
Abortus Imminens


HollaπŸ’•πŸ’•

Beberapa hari yang lalu aku sempat di rawat di RS Sari Asih Ciledug di karenakan aku terdiagnosa abortus imminens alias perdaharan pervaginam. Lengkapnya bisa googling sendiri lah yaaa tentang abortus imminens ini. 

Gejala awalnya itu di hari Senin siang di jam 11 an pas aku mau pipis aku menemukan flek yang cukup banyak di celana dalam aku. Gak ada nyeri perut atau apapun yang aku rasakan. Hanya aja, pas di pagi hari, saat sampai di tempat kerja aku memnag merasa agak lelah dan ngap-ngapan. Aku pikir itu karena puasa, jadilah di jam 9 pagi aku batalin puasa dengan minum dan makan terus juga banyak istirahat dengan banyak duduk di tempat.

Ini sebenarnya bukan flek yang pertama kali. Dulu di sekitar minggu ke 16 aku juga pernah flek tapi itu juga cuma sedikit dan memang tidak ada rasanya, baru ketahuannya juga saat sedang pipis juga. Waktu itu aku sempat cek ke obgyn di tempat aku kerja dan alhamdulillah hasilnya semua baik.  Tapi, karena fleknya kali ini lebih banyak dari yang pertama, jadilah aku memutuskan untuk berobat ke UGD tempat aku bekerja karena pendaftaran poli yang udah tutup jam 11 siang.

Di UGD di cek beberapa hal, hingga akhirnya di lakukan cek dalam untuk mengecek ada pembukaan atau tidak dan adanya darah atau tidak oleh bidan di UGD. Hasil cek dalam semua bagus tidak ada pembukaan dan perdarahan, sehingga aku boleh pulang dan di resepkan obat. Lalu aku diminta untuk kontrol ke dokter kandungan hari Rabu, sesuai dengan jadwal dokter konsulan aku saat di UGD. Sama bidan aku diminta untuk banyak bed rest untuk mencegah terjadinya flek lagi.

Berhubung hasil pemeriksaan di UGD saat itu bagus, aku jadi agak lebih tenang dan lega. Tapi, meskipun begitu saat itu rasanya aku tetap mau kontrol di dokter obgyn aku yang biasa, terlebih saat mau menebus obat yang dari UGD obat tersebut tidak ada di apotek RS. 

Jadilah, Senin sore walaupun masih ragu apakah akan kontrol atau enggak, aku tetap mendaftar online buat kontrol ke Sari Asih. Jadinya, disaat aku mutusin untuk kontrol di hari Selasa, aku tinggal daftar ulang aja di pendaftaran sesuai dengan jadwal yang udah di tentukan saat pendaftaran online. Walaupun pasien saat itu cukup ramai, tapi karena aku datang sesuai dengan jadwal aku jadi gak perlu menunggu terlalu lama untuk ketemu dokter Roza.

Niat awalnya ke Sari Asih itu buat konsul masalah fleks yang kemaren ke dr. Roza yang merupakan Obgyn aku kontrol selama ini. Jadwal kontrol aku sih seharusnya masih di tanggal 2 Mei besok, tetapi di karenakan sehari sebelumnya aku mengalami flek yang agak banyak, malam dan paginya juga masih keluar flek meski dikiiiiit banget akhirnya aku mutusin untuk cek ke Sari Asih dan untungnya Selasa pagi itu ada jadwal dr. Roza.

Pas konsul langsung deh aku bilang dengan dokter Roza kalau aku kemaren mengalami flek yang agak banyak, dan masih keluar sedikit saat malam dan pagi tadi. Setelah itu langsung lah aku di suruh untuk tiduran dengan melepas celana keseluruhan untuk pemeriksaan dalam. Sebelum pemeriksaan dalam, sebelumnya aku di USG dulu seperti biasa yang hasilnya letak plasenta aku itu ternyata agak rendah dan juga cairan ketuban aku sedikit. Selain itu juga saat pemeriksaan fisik di perut, perut aku terasa kencang. 

Setelah itu semua barulah aku di cek dalam. Ternyata aku ada keputihan dan juga di dalam ada cukup banyak darah. Dokternya bahkan menunjukkan ke aku darah yang ada dari kasa yang dia gunakan untuk membersihkan bagian dalam aku tersebut, dan memang agak banyak sih dan perlu dua kassa deh kayaknya.

Selesai semua pengecekan sama dokter aku di suruh untuk rawat inap karena kondisi aku itu sudah termasuk perdarahan. Awalnya aku sempat minta untuk istirahat di rumah aja, tapi begitu dokternya bilang kalau kondisi aku berpotensi untuk mengalami keguguran jadi perlu tindakan untuk mempertahankan kehamilan aku. Denger itu langsung sedih dong😭😭 dan lansung nurut ama dokternya buat di rawat inap aja. Yang penting adek bayi sehat dan selamat.

Pengantar rawat inap
Pengantar rawat inap 😟😟

Setelah pemeriksaan memang perut aku terasa kurang nyaman. Sakit tapi sakit yang masih level rendah gitu loh, dan perut memang terasa sedikit kencang. Masih ada flek yang keluar sedikit, tapi setelahnya selama aku di rawat inap tidak ada flek yang keluar sama sekali.

Dan yaa begitulah, aku menghabiskan 2 malam nginap di RS dengan infusan di tangan, obat yang di minum pagi dan sore, dan obat yang masuk lewat anal dan vagina juga. Rasanya gak nyaman dan tidak menyenangkan, tapi semua harus di jalanin dan alhamdulillah semua terlewati. Sekarang, aku udah di rumah lagi walaupun masih ada obat yang tetap harus aku konsumsi.

Oiya, buat yang lagi hamil dan mengalami tanda - tanda atau gejala kayak aku diatas jangan ragu untuk cek ke dokter kandungan yaaa. Walaupun kita merasa baik - baik aja, tapikan kita gak tau gimana keadaan adek bayi kita. Jadi lebih baik, kalau mengalami flek cek langsung ke dokter yaaa😁

 πŸ’“πŸ’“

My New Normal Starter Kit

Tidak ada komentar
new normal starter kit


Hola!

Masa pandemi covid-19 sekarang memasuki babak baru yang di sebut dengan New Normal. New Normal adalah kondisi dimana kita hidup 'berdampingan' dengan virus covid-19 ini. Setelah di berlakukannya PSBB dengan sebagian besar masyarakat di haruskan untuk di rumah aja, kini kita sudah bisa beraktifitas kembali seperti sedia kala namun dengan protokol kesehatan yang telah di tentukan.

Di media sosial banyak beredar "new normal starter kit" sebagai persiapan kita menjalani kegiatan sehari - hari meskipun saat ini wabah covid-19 masih belum selesai. Kali ini aku mau nulisin new normal starter kit versi aku. 

Beberapa barang yang ada memang sudah menjadi barang rutin yang aku bawa setiap bekerja. Dan saat covid-19 melanda, ada beberapa item yang bertambah. Jadi, ini adalah new normal starter kit versi aku :

1. Mukena + Sajadah

Mukena dan Sajadah

Sebelum pandemi covid-19 aku memang sudah selalu membawa mukena sendiri di tas. Tapi, semenjak pandemi, dan mesjid sudah tidak menyediakan sajadah sendiri, aku akhirnya membawa sajadah sendiri. Kalau dulu, agak malas sih kalau harus bawa sajadah sendiri, karena ukuran sajadah aku memang yang besar itu jadi memang lumayan makan tempat, tapi sekarang sih udah biasa jadi tidak terlalu bermasalah. 

Mukena dan sajadah ini selalu aku bawa pulang kembali ke rumah. Tidak pernah di tinggal di tempat kerja, biar gak ada yang makai selain aku. Karena yaa disaat seperti ini memang tidak baik meminjamkan mukena dan sajadah kita pada orang lain. Cukup itu kita gunakan sendiri saja.

2. Peralatan makan (Tempat Makan +Sendok + Garpu + Sedotan)

Tempat makan  dan Sendok Garpu


Tempat makan sih aku gak selalu bawa, aku cuma bawa tempat makan kalau aku bawa sarapan dari rumah. Entah itu nasi ataupun cuma sekedar buah dan susu aja. Untuk tempat makan sendiri yang selalu aku bawa itu adalah Tupperware. Aku punya beberapa tupperware yang aku pakai bergantian kalau memang bawa sarapan ke tempat kerja.


Sendok garpu dan sedotan memang selalu bawa di dalam tas aku di satu wadah pouch kain. Sendok garpu yang aku pakai merk kris chef yang aku beli di ace hardware. Dulu itu aku beli satu set sendok, garpu, sumpit dan tempatnya, tapi yang terpakai sehari - hari cuma sendok dan garpu jadilah sumpit dan tempatnya aku tinggalin di rumah. 

Sedotan stainless yang abu - abu itu merk delica, belinya juga di ace hardware. Itu awal beli dapat 4 item, 1 sedotan lurus, 1 sedotan bengkok, sedotan besar untuk boba dan 1 brush. Karena dulu awal - awal gak biasa minum pakai sedotan stainless jadilah sedotan dan tempat minumnya ikut terbuang ke tong sampah dan sisa satu aja. 

Sedotan Stainless
Sedotan boba biru itu dulu beli di online, sepakat sama seperti yang delica dapatnya, dan dua sedotan lainnya juga hilang karena kebuang ama tempat minumnya.  Tapi, sekarang karena udah kurang juga jajan minuman di luar, dan sekarang juga selalu mewanti - wanti buat cek sedotan dulu setiap mau buang minuman kemasan gitu. Hasilnya mereka masih awet sampai sekarang.

3. Botol Minum

Botol Minum

Botol minum yang aku pakai juga merk tupperware. Botol minum ini gak stay di dalam tas aku sih. Aku udah ninggalin satu botol tupperware di tempat kerja buat aku pakai setiap harinya, jadi gak menuh - menuhin tas. 

Botol minum baru aku bawa kalau seandainya aku harus ke tempat kerja sampingan aku  dari tempat kerja aku yang sekarang. Atau kalau aku berangkat dari rumah untuk ke tempat kerja sampingan , aku baru bawa botol minum sendiri yang ada dirumah dan itu selalu di bawa pulang lagi.

4. Tisu Basah + Tisu Kering

Tissue

Semenjak pandemi aku memang selalu bawa tisu basah antiseptik di tas. Karena udah ada tisu antiseptik makanya aku gak ada bawa handsanitizer di tas aku. Tisu basah antiseptik ini juga jarang banget di pakai, karena aku makainya kalau memang harus makan di luar dan gak ada tempat untuk cuci tangan atau bilas peralatan makan aku.

Tisu kering biasanya aku pakai untuk ngelap dan ngebersihin sedotan,garpu atau sendok yang aku pakai dan belum bisa di cuci. Sebelum di simpan juga aku bungkus lagi dengan tisu biar gak ngotorin tempat penyimpananya.

5. Masker Kain / Masker medis

Masker

Dari sebelum pandemi aku yang setiap harinya dari busway dan sambung angkot atau ojol untuk pulang pergi kerja memang udah makai masker setiap harinya. Yaa, walaupun ada kalanya juga gak pakai masker sih. Tapi sekarang udah gak pernah lupa lagi untuk selalu pakai masker. Apa lagi peraturan untuk naik busway sekarang adalah wajib untuk naik busway.

Barang - barang diatas memang udah biasa aku bawa setiap harinya bahkan sebelum pandemi. Selain itu, kegiatan aku hanya seputar rumah dan tempat kerja. Aku jarang banget banget pergi main - main atau kumpul - kumpul gitu. Jadi peralatan diatas aku rasa udah cukup untuk kegiatan harian aku.

Saat ini kita hanya mampu untuk mencegah diri dari bahaya virus covid-19. Jadi, walaupun kita sudah berkegiatan lagi, jangan lupa untuk selalu menjaga diri kita dari bahaya virus covid-19



Pengalaman PCR Tes / Swab Untuk Cek Covid 19

Tidak ada komentar

Holla
I'm back again

Hari ini aku mau cerita tentang rasanya melakukan pemeriksaan PCR tes atau swab tes untuk deteksi Covid-19. Saat ini aku bekerja di salah satu rumah sakit yang ada di Jakarta, jadi untuk melakukan pemeriksaan ini aku tidak di pungut biaya sama sekali. Tes ini merupakan screening yang dilakukan kepada karyawan dari rumah sakit tempat aku bekerja.

Aku melakukan tes hari Jum'at ( 8 Mei 2020) lalu. Tes swab ini dilakukan dengan memasukan alat menyerupai cottonbud dengan ukuran yang lebih panjang kedalam rongga hidung. Saat pemeriksaan kita akan diminta untuk duduk dan mendongakan kepala. Dokter menganjurkan untuk menatap keatas dan membuka mata serta bernapas melalui mulut saat pemeriksaan berlangsung. Diusahakan juga untuk tidak mengernyitkan dahi dan hidung saat pemeriksaan.

Aku-pun mengikuti instruksi dari dokter. 

Duduk lalu mendongak dengan mata terbuka.

Saat alatnya baru masuk ke hidung sih masih gak berasa sakit sama sekali. Pas alatnya mentok ke ujung hidung cuma kaget dikit sih. Tapiiiiiiiii, pas alatnya di puter - puter dalam hidung rasanyaa itu menurut aku lumayan sakit. Bukan jenis sakit yang banget - banget itu sih, tapi lebih ke gak nyaman yang bikin sakit (?). Bahkan tanpa sadar air mata aku jadi meleleh keluar gitu. Bahkan, saat harus pemeriksaan hidung yang satunya lagi, aku masih harus ada jeda dulu. Gak bisa langsung masuk kayak teman - teman aku yang lain, karena saking tidak nyamannya. Oiya, tes ini dilakukan di kedua hidung kita yaaa, bukan salah satunya aja. Jadi hidung kita dua - duanya akan dimasukan alat tes tersebut bergantian.
Pas Alatnya di Puter - Puter dalam Hidung

Tapi, rasa sakit yang bisa di tahan orang kan beda - beda yaa. 

Teman seruangan aku yang tes bareng aku juga bilang sakit, tapi dia gak sampai nangis kayak aku. Kata temen aku, dengan membuka mata lebar - lebar dan terus ngeliat keatas dan bernapas lewat mulut jadi gak terlalu sakit saat pemeriksaan. Kebukti sih, dia selesai pemeriksaan biasa aja gitu setelahnya.
 
Kalau aku kayaknya kurang kooperatif  deh saat itu, jadinya merasa lebih sakit sampai bikin aku nangis. Soalnya dokternya ngingetin beberapa kali buat tetep ngeliat keatas dan ngebenerin posisi kepala aku. Untungnya dokternya sabar pas meriksa aku. 

Pemeriksaannya gak lama sih menurut aku. Satu orang gak sampai 5 menit deh kayaknya kalau orangnya kooperatif. Tapi, kalau aku pribadi sih rasanya itu satu hidung kayaknya lamaaaaaaa banget 

Tapi syukurnya aku berani untuk tes, walaupun sebenarnya takut dan gak pengen ikut tes. Di suntik aja aku takut, apa lagi tes beginian. Ngeliatnya aja udah seremkan. Semoga aja hasilnya besok bagus. Masih harus nunggu kira - kira seminggu lagi deh buat bisa tau hasilnya.




Tahap-Tahap Inseminasi Buatan

Tidak ada komentar
Holla!

Setelah sekian purnama akhirnya aku kembali lagi. Kali ini aku mau share sedikit tentang mengenai tahapan - tahapan iseminasi buatan. Mungkin masih ada yang belum tau mengenai iseminasi buatan bisa baca lengkapnya disini.


Bukan hanya untuk hewan, ternyata inseminasi buatan bisa dipakai sebagai salah satu jalan alternatif bagi pasangan  yang belum dikaruniai anak. Inseminasi buatan adalah salah satu metode yang digunakan untuk program kehamilan dengan cara menginjeksi sperma langsung ke serviks atau rahim agar terjadi pembuahan. Ada beberapa prosedur injeksisperma sebelum dilakukan inseminasi buatan.

1. Pemeriksaan sebelum dilakukan inseminasi buatan.

Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan sebelum dilakukan inseminasi buatan. Karena kondisi kesehatan juga akan mempengaruhi tingkat kesuburan. Adapun tes yang sering dilakukan adalah:

πŸ”΄ Analisis sperma, diperlukan sperma yang berkualitas agar inseminasi buatan bisa berhasil.
πŸ”΄ USG panggul, pemeriksaan inj diperlukan untuk mengetahui tuba falopi Anda tidak tersumbat atau terhalang sesuatu.
πŸ”΄ tes hormon, untuk membantu dokter untuk mengetahui seorang wanita memiliki hormon yang cukup dalam tubuhnya untuk berovulasi.

2. Stimulasi ovarium.

Stimulasi ini dilakukan dengan mengonsumsi atau menyuntikkan obat kesuburan pada tubuh Anda. Tujuannya adalah untuk membantu mendorong pelepasan telur dan mendorong telur agar cepat matang. Selama stimulasi, dokter akan memantau pertumbuhan dan perkembangan folikel dengan melakukan tes darah atau USG.

3. Persiapan sperma

Akan dilakukan pencucian dan persiapan pada sampel sperma dari pasangan Anda. Proses ini untuk memilih sperma yang baik dan tidak. Sperma yang diambil hanya sperma yang memiliki konsentrasi dan motilitas tinggi untuk mencapai telur.

4. Memasukkan sperma

Dalam tahap ini tidaklah sakit dan tidak terasa. Karena peletakan sperma melalui kateter tidaklah terasa, seperti pemeriksaan pap smear. Dokter akan menyarankan tetap berbaring atau langsung berdiri. Tidak perlu khawatir sperma bocor, karena sperma sudah dialihkan langsung ke dalam rahim.

Sebelum memutuskan untuk inseminasi buatan. Ada baiknya pasangan mengetahui permasalahannya. Kemudian cari cara untuk mengobatinya. Dan salah satunya adalah pengobatan infertilitas pria.
1. Lakukan pembedahan jika penyebabnya adalah varicocele.
2. Antibiotik untuk mengobati infeksi pada organ reproduksi.
3. Pengobatan dan konseling untuk mengatasi ereksi atau ejakulasi dini.
4. Pengobatan hormon jika itu masalahnya tingkat hormon yang terlalu tinggi atau rendah.

Ketika Anak Demam Di Momen Liburan

Tidak ada komentar

Holla
I'm Back
🌻🌻🌻

Kali ini aku mau sharing tentang sesuatu yang pasti berguna banget buat kita semua yang di rumahnya memiliki anak kecil. Apalgi sebentar lagi akan memasuki ajaran baru, atau usai ujian semester, sekolah biasanya meliburkan anak didiknya cukup lama.

Kesempatan liburan ini tentunya telah sangat dinanti-nantikan oleh banyak anak. Terlebih setelah diterapkannya sistem sekolah penuh hari atau full day school  menjadikan anak ingin segera menemui libur panjang dan melupakan kepenatan berbagai kegiatan belajar selama di sekolah.

Kesempatan libur panjang biasanya diisi dengan berbagai hal yang tentunya berbeda-beda di setiap anak. Bagi yang gemar bermain game PC dan/ Playstation akan lebih sering menghabiskan waktu di depan layar untuk memainkan game favorit. Ada juga yang akan menghabiskan masa libur untuk bermain dengan teman di lingkungan komplek perumahan sambil ditemani oleh orang tua mau pun sanak saudara lainnya.

Bahkan, sebagian orang tua akan memilih mengambil beberapa hari cuti sekaligus memanfaatkan hari libur panjang sang anak untuk mengajak buah hati berwisata dan mengunjungi tempat-tempat rekreasi, atau sekaligus bersilaturahmi dengan keluarga di luar kota.

Namun apa jadinya jika saat momen liburan ini anak justru jatuh sakit? Tentu sebagai orang tua akan sedih melihat anak yang seharusnya riang bermain dan menikmati libur panjangnya, hanya bisa terbaring lesu di atas kasur. Dengan segala cara, orang tua pun akan mencari upaya untuk kesembuhan sang anak, salah satunya dengan mencari informasi dari internet. Sebagai referensi upaya lengkap tentang kesembuhan anak yang sedang demam bisa Anda temukan di https://www.id.hansaplast.co.id/

Pada portal tersebut terdapat berbagai penjelasan yang berisi banyak informasi kesehatan, salah satunya mengenai demam anak. Apalagi, anak yang sedang demam akan membutuhkan perhatian yang lebih besar dari orang tua supaya anak tetap bisa merasakan ketenangan selama sakit. Juga, agar anak tidak terlalu sedih karena tidak bisa menikmati libur panjang sebagaimana teman-teman yang lain.

Agar demam anak bisa lebih cepat reda, Anda bisa membantu anak mengurangi demam dengan memberikan kompres demam anak disertai dengan memberikan obat-obatan penurun panas. Dengan upaya penyembuhan yang benar, demam biasanya akan sembuh dalam waktu maksimal tiga hari. Anak pun bisa segera menikmati liburannya sebelum kembali bersekolah. 



Bye bye
πŸ’•πŸ’•πŸ’•